Suarantt.id, Kefamenanu-Pastor Paroki Keluarga Kudus Ainan yang berlokasi di Desa Susulaku Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Pater Piter Ping Poto, menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang bijak dengan menekankan dua hal utama, yakni peningkatan ekonomi keluarga dan perhatian terhadap pendidikan anak-anak.
Dalam sebuah kesempatan berdiskusi santai bersama umat, Pater Piter mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebiasaan sebagian umat yang merasa terbebani secara ekonomi ketika menggelar pesta, baik pesta pernikahan maupun pesta sambut baru (komuni pertama).
“Banyak umat mengeluh karena kalau ada pesta nikah atau sambut baru, mau tidak mau harus kumpul keluarga besar, walaupun kadang harus berutang,” ungkapnya kepada media ini pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Melihat kenyataan itu, Pastor Paroki Ainan mengajak umat untuk mengubah pola pikir dan gaya hidup dalam merayakan pesta agar lebih sederhana dan hemat. Ia menyarankan agar pesta pernikahan maupun sambut baru dirayakan pada siang hari, sehingga biaya yang dikeluarkan dapat ditekan.
Untuk memperkuat ajakan tersebut, Pater Piter mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh umat Paroki Keluarga Kudus Ainan agar pelaksanaan pesta dibatasi hingga pukul 18.00 WITA. Setelah waktu tersebut, seluruh kegiatan musik dan hiburan diminta untuk dihentikan.
“Saya minta agar semua pesta dibatasi sampai jam enam sore. Setelah itu musik dihentikan. Uang yang biasanya dipakai untuk pesta besar, sebaiknya dialihkan untuk biaya pendidikan anak-anak,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih bermanfaat bagi masa depan anak dan keluarga, dibandingkan pengeluaran besar untuk pesta yang hanya berlangsung sesaat.
“Kalau untuk pesta lain saya tidak intervensi, tapi kalau berkaitan dengan kegiatan gereja, tentu saya akan mengimbau umat agar lebih bijak,” tambahnya.
Imbauan ini mendapat tanggapan positif dari sebagian umat yang menilai langkah pastor tersebut sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, agar dapat memprioritaskan hal-hal yang lebih penting seperti pendidikan dan kebutuhan rumah tangga. ***





