Pegiat Literasi Ajak Mahasiswa PMKRI Kupang Tingkatkan Budaya Membaca dan Menulis

oleh -393 Dilihat
Foto Bersama - Usai menyampaikan materi tentang Literasi dan Dasar-dasar Jurnalistik para pemateri bersama jajaran pengurus serta 62 peserta MPAB PMKRI Cabang Kupang foto bersama di aula Susteran Buraen pada Rabu 1/10/2025 Malam. (Foto Verry Guru)

Suarantt.id, Kupang-Pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni harus dimiliki oleh setiap mahasiswa maupun aktivis. Salah satu syarat utama untuk mencapainya adalah dengan rajin membaca. Hal itu disampaikan pegiat literasi sekaligus penulis, Valerius P. Guru, di hadapan 62 peserta Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) PMKRI Santu Fransiskus Xaverius Cabang Kupang yang berlangsung di Aula Susteran Buraen, Kabupaten Kupang pada Rabu (1/10/2025) malam.

“Membaca, berdiskusi, menulis, mengikuti seminar, dan aneka kegiatan lain yang bisa meng-upgrade kapasitas diri sangatlah penting,” ujar Valerius yang akrab disapa Verry.

Ia menegaskan, mahasiswa perlu memahami pentingnya literasi yang kini sudah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi NTT Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengembangan Budaya Literasi. Perda tersebut, kata Verry, bertujuan mendorong lahirnya masyarakat yang berbudaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas SDM melalui minat baca dan akses informasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jenis-jenis literasi yang harus dikenal mahasiswa, mulai dari literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi digital, literasi sains, hingga literasi keuangan. “Literasi ini amat penting bagi aktivis untuk bisa menyaring informasi dan menangkal berita bohong yang banyak tersebar di media sosial,” tegasnya.

Dalam kegiatan yang sama, jurnalis senior HU Pos Kupang, Ryan Nong, juga membawakan materi berjudul dasar-dasar jurnalistik. Ia menekankan bahwa menjadi jurnalis atau penulis bukanlah jalan mudah karena penuh risiko, tetapi sangat penting bagi mahasiswa untuk terbiasa mencari informasi yang benar.

“Memilih menjadi penulis atau jurnalis tentu ada hambatan. Tapi untuk memperoleh informasi yang dapat diverifikasi kebenarannya hanya melalui media massa yang memiliki badan hukum. Karena itu kita jangan mudah percaya pada informasi di medsos,” jelas Ryan yang juga mantan Ketua PMKRI Cabang Malang.

BACA JUGA:  Bank NTT dan BI Sabet Gelar Juara di Turnamen Voli Zoar Cup I Penkase

Ryan menambahkan, kebiasaan membaca adalah syarat mutlak bagi calon penulis maupun jurnalis. “Tidak ada ceritanya, kalau mau jadi penulis atau jurnalis tapi tidak pernah membaca buku. Minimal membaca koran,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Fisip Unwira Kupang, Dr. Urbanus Hurek, yang juga alumni PMKRI Kupang, menyambut baik rencana pembukaan Pojok Baca di Margasiswa. Menurutnya, pojok baca bisa menjadi wadah mahasiswa untuk menumbuhkan kembali minat membaca.

Para peserta MPAB pun mengaku senang dengan materi yang diberikan. Mahasiswa STIKES Nusantara Kupang, Robertus Kolne, menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membangun jejaring dan mempersiapkan masa depan. Senada, Margaretha Lusiana Tay dari Undana Kupang menilai materi literasi dan jurnalistik penting di tengah menurunnya minat baca generasi muda.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Gregorius Juan (Politani Pertanian Kupang), Wilfridus Utan (UMK Kupang), Dionesius Jems Klau (UMK), dan Humbelina Ratna Sari Dewi Kobesi (Unwira Kupang). “Materi literasi dan jurnalistik ini sangat baik, sebagai modal awal bagi kami dalam menyiapkan diri, tidak hanya di PMKRI tetapi juga saat menempuh studi di kampus,” kata Dewi Kobesi.

Kegiatan MPAB PMKRI Kupang sendiri digelar sejak Minggu (28/9/2025) dan akan berakhir pada Sabtu (4/10/2025). Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Naris Nahak, menyampaikan terima kasih kepada para alumni, donatur, dan pihak Susteran Buraen yang telah mendukung kegiatan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.