Pemkot Kupang Galakkan Konservasi Air dan Tekankan Perubahan Perilaku Ekologis

oleh -2079 Dilihat
Wali Kota Didampingi Ketua PKK Kota Kupang Hadiri Acara Peluncuran Program Konservasi Lingkungan dan Pengamanan Air Minum dari Plan Indonesia. (Foto Istimewa)

Suarantt. id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan tata kelola air sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan peluncuran program konservasi lingkungan dan pengamanan air minum yang digagas oleh Plan Indonesia pada Kamis, 04 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyebut gerakan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah langkah awal yang besar untuk perubahan perilaku ekologis masyarakat.

“Ini bukan hanya launching proyek, tetapi sebuah gerakan awal yang sangat besar untuk perbaikan tata kelola air, konservasi air, edukasi, sekaligus perubahan perilaku ekologis kita,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menyinggung bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera sebagai pelajaran penting bahwa kerusakan lingkungan tidak lepas dari peran manusia. Karena itu, menurutnya, gerakan menjaga lingkungan di NTT harus dimulai sejak sekarang secara konsisten dan berkelanjutan.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penanaman sebanyak 200 hingga 300 pohon sebagai bagian dari upaya penghijauan. Ia bahkan menggagas ide untuk menghidupkan kembali Kampung Cendana sebagai kawasan ekowisata sekaligus pusat pelestarian pohon cendana yang kini mulai langka.

“Cendana dulu adalah andalan NTT, tapi sekarang mulai punah. Kita punya lahan besar, kita tanam kembali, kita hidupkan Kampung Cendana sebagai ekowisata, untuk ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Christian Widodo menekankan bahwa persoalan air dan lingkungan merupakan kerja besar lintas generasi yang hasilnya baru akan dinikmati puluhan bahkan ratusan tahun mendatang.

“Kalau sendirian kita hanya satu tetes air, tapi kalau bersama-sama kita menjadi satu samudra yang luas,” katanya.

Dia juga menyoroti pentingnya kearifan lokal dan kekuatan komunitas masyarakat Kota Kupang yang menurutnya menjadi modal sosial utama dalam menjaga lingkungan, mulai dari kerja bakti, gotong royong, hingga kepedulian sosial antarwarga.

BACA JUGA:  BMPS NTT Dukung Workshop Literasi dan Pelatihan Penulisan Esai untuk Guru Sekolah GMIT

Pengalaman tersebut bahkan telah ia sampaikan saat mewakili Indonesia dalam Konferensi Wali Kota Dunia di Shanghai, China, beberapa waktu lalu. Kota Kupang menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang tampil bersama Wali Kota dari Portugal, Amsterdam, dan Penang.

“Kami mungkin tidak punya gedung-gedung tinggi, tetapi kami punya komunitas yang kuat. Inilah kekuatan Kota Kupang,” ujarnya.

Dirinya berharap program yang dijalankan melalui kajian pengamanan air minum dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang akurat dan berbasis data. Dari dokumen tersebut, Pemerintah Kota Kupang akan menyusun kebijakan dan penganggaran yang tepat sasaran.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga komitmen terhadap lingkungan.

“Komitmen itu mudah diucapkan, tetapi yang paling sulit adalah konsistensi. Tanpa konsistensi, semua rencana hanya akan tinggal di atas kertas,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.