Perdana di Kota Kupang, Karnaval Budaya HUT ke-30 Jadi Panggung Promosi Etnis Nusantara

oleh -124 Dilihat
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menghadirkan inovasi baru dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 dengan menggelar karnaval budaya perdana yang melibatkan berbagai paguyuban etnis dari dalam maupun luar Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini akan berlangsung di seputaran Bundaran Tirosa dan menjadi salah satu agenda puncak perayaan yang dinanti masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Pelt, menjelaskan bahwa karnaval budaya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan HUT Kota Kupang. Sebelumnya, pemerintah kota juga telah menyerahkan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, karnaval budaya kali ini menjadi yang pertama digelar di Kota Kupang dan dirancang sebagai ruang ekspresi bagi seluruh etnis yang mendiami kota tersebut. Pemkot secara khusus memberikan porsi lebih besar kepada paguyuban untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing.

“Ini pertama kali kita laksanakan di Kota Kupang. Kami memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi paguyuban, baik dari NTT maupun luar NTT, untuk mempromosikan budaya mereka melalui gerak, lagu, hingga tampilan visual yang didukung videotron,” ujarnya kepada wartawan usai acara upacara HUT Kota Kupang ke-30 di Halaman Kantor Wali Kota Kupang pada Sabtu, 25 April 2026.

Ia mengungkapkan, antusiasme peserta sangat tinggi. Dari target awal sekitar 20 paguyuban, jumlah peserta yang mendaftar melonjak hingga mencapai sekitar 100 paguyuban yang ingin ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Antusiasmenya luar biasa. Banyak yang meminta untuk ikut, bahkan dari organisasi pemuda dan kemasyarakatan. Namun karena ini pertama kali, kita prioritaskan paguyuban terlebih dahulu. Ke depan akan kita evaluasi agar bisa melibatkan lebih banyak pihak,” jelasnya.

Jeffry menambahkan, kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Kupang yang menginginkan adanya ruang promosi budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Kota pun berencana menjadikan karnaval budaya sebagai agenda tahunan.

“Kita harapkan kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa menjadi agenda rutin setiap tahun karena dampaknya sangat positif, baik untuk persatuan masyarakat maupun promosi budaya,” katanya.

Lebih jauh, Sekda menegaskan bahwa capaian yang diraih Kota Kupang saat ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk terus berkolaborasi dalam membangun kota yang nyaman, sejahtera, dan inklusif.

“Pencapaian hari ini bukanlah akhir, tetapi menjadi titik awal untuk bergerak lebih cepat, lebih produktif, dan lebih inovatif. Kita berharap ke depan Kota Kupang bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.