Siklon Narelle Picu Cuaca Ekstrem, BMKG Tetapkan Sejumlah Wilayah NTT Status Siaga

oleh -611 Dilihat
Banjir Meluap dan Rendam Jalan Raya di Salah Satu Wilayah NTT. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 22 hingga 24 Maret 2026. Sejumlah daerah bahkan ditetapkan dalam status siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks, termasuk pengaruh Siklon Tropis Narelle yang berada di pesisir utara Australia.

“Kehadiran Siklon Narelle memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, Minggu (22/3/26).

Selain itu, peningkatan curah hujan juga dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer yang aktif di wilayah NTT.

Berdasarkan data BMKG, pada 22 Maret 2026, sejumlah wilayah seperti Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Ende, Sabu Raijua, dan Flores Timur berstatus waspada terhadap hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, wilayah Alor, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Kabupaten Kupang ditetapkan dalam status siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Memasuki 23 Maret 2026, wilayah berstatus waspada meluas meliputi TTS, TTU, Malaka, Flores Timur, Sumba Timur, dan Sabu Raijua. Adapun status siaga masih berlaku untuk Alor, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Kabupaten Kupang.

Sedangkan pada 24 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Tak hanya hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di sejumlah wilayah seperti Sabu Raijua, Rote Ndao, Kabupaten Kupang, Malaka, dan TTS.

BACA JUGA:  Pemerintah Kota Kupang Siap Implementasikan Program Kesehatan Nasional

Lebih lanjut, BMKG turut mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob yang dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir NTT. Fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Baru dan fase perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.

Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Flores-Alor, Sumba, Sabu Raijua, hingga Timor-Rote. Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, serta sektor perikanan dan tambak garam.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gelombang tinggi. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah antisipasi guna meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.