SMA Negeri 1 Amarasi Jadi Model Pendidikan Produksi, Gubernur Melki Hadiri Panen Raya Tomat

oleh -662 Dilihat
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena Hadiri Panen Raya Tomat di SMA Negeri 1 Amarasi. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Oelamasi-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri panen raya tomat di SMA Negeri 1 Amarasi, Kabupaten Kupang pada Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi sekolah tersebut sebagai model penerapan pendidikan berbasis produksi, kewirausahaan, dan hilirisasi melalui program One School One Product.

Di hadapan para guru, siswa, dan jajaran perangkat daerah, Gubernur Melki menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremonial. Ia hadir karena melihat praktik nyata bagaimana pendidikan di SMA Negeri 1 Amarasi telah menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Hari ini saya hadir di SMA Negeri 1 Amarasi karena saya melihat sesuatu yang penting. Pendidikan tidak boleh berhenti pada teori. Apa yang dilakukan sekolah ini adalah contoh konkret pendidikan yang menghasilkan,” ujar Melki.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada guru dan siswa atas keberhasilan panen tomat yang menjadi bukti nyata implementasi One School One Product. Menurutnya, langkah SMA Negeri 1 Amarasi menggunakan Dana BOS sebagai modal produksi lalu mengembalikannya dari hasil panen merupakan terobosan penting dalam pendidikan kewirausahaan.

“Sekolah ini sudah masuk pada tahap entrepreneurship. Dana BOS dipakai untuk produksi lalu dikembalikan dari hasil panen. Artinya, anak-anak belajar bagaimana uang diputar untuk menghasilkan, bukan dihabiskan,” tegasnya.

Melki juga mengingatkan agar produksi tidak berhenti setelah satu atau dua kali panen. Ia meminta sekolah merancang strategi tanam berkelanjutan sesuai musim, agar produksi tetap berjalan konsisten.

Selain itu, Gubernur menyoroti persoalan klasik petani hortikultura, termasuk tomat, yaitu kejatuhan harga saat panen raya. Ia menekankan pentingnya hilirisasi sebagai solusi menambah nilai ekonomi.

“Habis panen, jangan semua dijual mentah. Mulai diolah. Tomat bisa jadi saus. Tidak perlu alat mahal, mesin kecil sudah cukup. Nilainya jauh lebih tinggi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena: Perjalanan Sejati Dimulai Saat Meninggalkan Kampus

Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan memastikan produk lokal, termasuk hasil produksi sekolah, memiliki pasar. Ia bahkan menyampaikan kebijakan mewajibkan ASN membeli produk-produk lokal untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Amarasi, Yosefince Ismail menjelaskan bahwa panen raya tomat merupakan hasil penerapan langsung kebijakan Pemprov NTT mengenai penguatan potensi lokal dalam kurikulum. Sekolah menetapkan budidaya tomat sebagai potensi lokal tahun ajaran 2025/2026 setelah kajian bersama pengawas dan pembina.

Proses pembelajaran dilakukan secara sistematis melalui penyusunan silabus, RPP, pembelajaran teori, hingga praktik langsung di lahan sekolah sejak akhir September 2025. Hasilnya, lebih dari 4.000 pohon tomat berhasil ditanam dan dirawat oleh guru serta siswa.

Panen perdana pada 5 Desember 2025 menghasilkan sekitar 600 kilogram tomat senilai Rp6.365.000. Modal produksi sebesar Rp20 juta diambil dari Dana BOS dan akan dikembalikan dari pendapatan panen.

“Kegiatan ini adalah pembelajaran kewirausahaan nyata bagi siswa, dari perencanaan, produksi hingga pengelolaan hasil. Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi proses belajar yang sungguh terjadi,” jelas Yosefince.

Ia juga menyampaikan rasa bangga karena untuk pertama kalinya dalam 31 tahun sejarah sekolah, Gubernur NTT hadir langsung di SMA Negeri 1 Amarasi. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi motivasi besar bagi guru dan siswa untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis potensi lokal.

Kegiatan panen raya itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Oemboe Wanda, Kepala Biro Umum Setda NTT Gusti Sigasare, pengawas sekolah, guru, dan siswa SMA Negeri 1 Amarasi.

Panen raya ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran produktif, pencetak jiwa kewirausahaan, dan penggerak ekonomi lokal. ***

BACA JUGA:  Gubernur Melki Ajak Generasi Muda NTT Bergerak Hadapi Krisis Iklim Secara Kolektif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.