Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor, sebagai salah satu sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Johni, potensi PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor di NTT bisa mencapai lebih dari Rp100 miliar hingga Rp200 miliar apabila seluruh wajib pajak patuh membayar kewajibannya. Dana tersebut, kata dia, sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah.
“Dengan pajak itulah kita bisa membangun daerah ini, membangun bangsa dan negara. Karena itu saya mohon rekan-rekan wartawan terus menggaungkan dan mengampanyekan kesadaran bayar pajak, terutama pajak kendaraan bermotor,” ujar Johni dalam acara Coffee Morning bersama wartawan pada Jumat (19/12/2025) pagi.
Selain soal pajak, Wagub juga menyoroti pola konsumsi masyarakat NTT, khususnya konsumsi siri pinang, rokok, dan minuman keras (miras) yang nilainya sangat besar. Ia mengungkapkan, konsumsi siri pinang di NTT diperkirakan mencapai Rp1 triliun per tahun.
“Coba bayangkan, satu triliun rupiah hanya untuk konsumsi pinang. Padahal salah satu dasar kita adalah masyarakat yang sehat dan bebas penyakit,” katanya.
Johni menjelaskan, berdasarkan dialognya dengan masyarakat di berbagai daerah, rata-rata pengeluaran satu keluarga untuk rokok dan miras berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang konsumsi tersebut secara total, namun mendorong pengurangan hingga 50 persen.
“Kalau yang biasa Rp50 ribu, kurangi jadi Rp25 ribu. Sisanya bisa dialihkan untuk makanan bergizi anak. Misalnya telur, satu anak satu butir per hari, itu baru sekitar Rp10 ribu,” jelasnya.
Menurut Wagub, langkah sederhana tersebut akan berdampak besar terhadap kesehatan, pertumbuhan fisik, dan perkembangan otak anak. Ia menilai sebagian besar keluarga di NTT sebenarnya mampu menyediakan makanan bergizi seperti telur, ikan, atau daging bagi anak-anaknya.
“Sekitar 75 sampai 80 persen keluarga di NTT ini mampu untuk beli telur, ikan, atau daging. Kalau ini dilakukan, anak-anak kita akan tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.
Johni juga mengingatkan bahaya konsumsi rokok dan miras, tidak hanya bagi kesehatan individu, tetapi juga bagi lingkungan dan keluarga. Ia menyoroti dampak asap rokok terhadap ibu hamil dan anak-anak, serta lingkungan permukiman yang menjadi kotor akibat kebiasaan mengunyah siri pinang.
Lebih jauh, Wagub mengaitkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dengan kebijakan nasional. Ia mencontohkan negara-negara seperti China dan Jepang yang telah membangun SDM mereka secara terencana sejak puluhan tahun lalu dan kini menikmati hasilnya.
“Pemerintah pusat sangat serius membangun SDM unggul, terlihat dari program makanan bergizi gratis, sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga beasiswa LPDP yang tahun depan ditingkatkan menjadi 30 ribu penerima,” ungkapnya.
Ia menegaskan, NTT juga harus menjabarkan kebijakan tersebut di tingkat daerah, salah satunya melalui pengelolaan keuangan keluarga yang lebih baik demi pemenuhan gizi anak sejak usia dini, bahkan sejak masa kehamilan.
“Dua hal ini penting: sadar bayar pajak dan mengatur konsumsi. Saya harap rekan-rekan media ikut berpartisipasi mengampanyekan hidup sehat dan manajemen keuangan keluarga yang baik agar kita bisa menyiapkan generasi muda NTT yang unggul dan hebat di masa depan,” tutup Johni. ***







