Wawali Serena Francis Bagikan Refleksi Iman dan Peran Pemuda dalam Membangun Kota Kasih Kupang

oleh -1909 Dilihat
Wawali Kupang Pose Bersama Pendeta dan Pengurus Jemaat Ebenezer Oeba. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Sore yang teduh di Lahan Baru PPI Fatubesi pada Selasa (14/10/25), menjadi saksi hangatnya semangat kebersamaan dan kasih ketika ratusan pemuda GMIT Ebenhaezer Oeba Rayon 5, 6, dan 7 berkumpul dalam Ibadah Penyegaran Iman Tahun 2025. Di antara jemaat yang larut dalam pujian dan refleksi iman, hadir sosok muda yang tak asing bagi warga Kota Kupang — Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.

Dalam suasana yang penuh sukacita itu, Serena tidak hanya datang sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga sebagai seorang sahabat dan kakak bagi para pemuda. Ia berbicara dari hati tentang panggilan iman, tanggung jawab, dan peran generasi muda dalam membangun Kota Kupang sebagai “Kota Kasih” — sebuah visi yang terus ia gaungkan bersama Wali Kota dr. Christian Widodo.

“Pemuda harus menjadi teladan, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat,” ujar Serena di hadapan jemaat. “Hidup berkeluarga bukan sekadar tinggal serumah, tetapi setia dan seiman dalam Tuhan. Pemuda juga harus menjadi mitra bagi orang tua, menjaga dan menguatkan keluarga.”

Mengutip ayat dari 1 Timotius 4:12, Serena mengajak generasi muda GMIT untuk hidup menjadi terang dan teladan dalam perkataan, perbuatan, kasih, kesetiaan, serta kesucian. Pesannya terasa relevan di tengah derasnya tantangan era digital yang kian kompleks — dari prostitusi terselubung, pornografi, judi online, hingga kekerasan di kalangan remaja.

“Jejak digital itu abadi. Maka sebelum membagikan sesuatu, mari kita saring sebelum sharing,” tegasnya, disambut anggukan para pemuda yang menyimak dengan penuh perhatian.

Serena juga menyinggung soal kesehatan mental dan fenomena bullying yang kini banyak menghantui anak muda. Ia menegaskan pentingnya gereja dan lingkungan rohani sebagai tempat yang aman, memulihkan, dan menumbuhkan kasih. “Banyak anak muda tampak tersenyum, tapi sebenarnya sedang terluka. Gereja harus menjadi ruang pemulihan, bukan tempat penghakiman,” ujarnya lembut.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Resmi Luncurkan Implementasi Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK

Dalam refleksi pribadinya, Serena berbagi pengalaman sebagai Wakil Wali Kota termuda se-Indonesia. Ia mengakui tidak mudah menghadapi tekanan dan keraguan publik, namun tetap teguh melayani dengan kasih. “Banyak yang meragukan, banyak yang kontra, tapi saya percaya, setiap kebijakan yang kami ambil adalah demi kebaikan bersama,” katanya.

Ia kemudian menyinggung beberapa program Pemkot Kupang yang berpihak pada anak muda dan masyarakat kecil, seperti Saboak Sunday Market, wadah kreatif bagi pemuda dan pelaku UMKM, serta Program INA KASIH, bantuan intervensi pembalut bagi perempuan dalam kemiskinan ekstrem. “Kota Kasih bukan hanya slogan, tapi cara kita hidup — peduli, melayani, dan memberkati,” tambahnya.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba, Pdt. Yanse S. Tefa Billi yang turut hadir, memuji semangat para pemuda yang datang untuk disegarkan dan dikuatkan dalam iman. Ia menegaskan pentingnya mewujudkan firman dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. “Terangmu harus bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga,” kutipnya dari Matius 5:16.

Menutup acara, Serena kembali mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hati yang melayani. “Mari kita jadikan Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang sesungguhnya — kota dengan nuansa toleransi, tempat setiap orang dilayani dengan cinta dan tumbuh dalam damai,” tutupnya.

Di bawah langit senja Fatubesi, gema pujian terakhir menggema pelan. Para pemuda pulang dengan senyum dan semangat baru — membawa pesan kasih yang menghidupkan, sebagaimana diharapkan Serena Francis: bahwa iman bukan hanya dirayakan, tapi diwujudkan dalam pelayanan bagi sesama. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.