Wawali Serena Francis Buka Bakti Sosial Kesehatan Gratis GMIT Kota Baru, Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

oleh -112 Dilihat
Wawali Kupang Didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang Buka Bakti Sosial Kesehatan di GMIT Kota Baru pada Jumat, 1 Mei 2016. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi membuka kegiatan bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru pada Jumat (1/5/26).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Majelis Jemaat GMIT Kota Baru bersama Rumah Sakit Mamami sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, S.Th., jajaran majelis, perwakilan tim pelayanan RS Mamami yang dipimpin Roulina Damanik bersama dokter spesialis dan tenaga medis, Ketua Yayasan Mamami Kupang Reinheart Damanik, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua Panitia Nimrod Akbar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat GMIT Kota Baru.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan sosial tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat persekutuan iman, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan pribadi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Majelis Jemaat GMIT Kota Baru yang telah menyelenggarakan kegiatan penuh makna ini bersama Rumah Sakit Mamami,” ujar Serena.

Serena juga membagikan pengalaman pribadinya terkait pelayanan kesehatan di RS Mamami. Ia mengenang pernah dirawat di rumah sakit tersebut saat masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya ketika terjadi wabah flu Singapura sekitar tahun 2008 atau 2009.

“Saya dirawat bersama kakak saya di Rumah Sakit Mamami, dan pelayanannya luar biasa. Sampai hari ini Mamami tetap menjadi salah satu rumah sakit terdepan dan pilihan masyarakat Kota Kupang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang, yakni menjadikan Kota Kupang sebagai “Kota Kasih” yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kemudahan akses layanan kesehatan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ketika masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, maka kualitas hidup akan meningkat dan harapan masa depan menjadi lebih baik. Kepedulian seperti ini adalah fondasi kesejahteraan yang nyata,” jelasnya.

Serena juga mengaitkan semangat kegiatan tersebut dengan momentum Bulan Budaya di Kota Kupang, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai kebersamaan, merawat identitas budaya, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi jemaat lainnya serta seluruh komponen masyarakat untuk menghadirkan gerakan kasih di tengah kehidupan sosial.

“Semakin banyak gerakan kasih yang lahir dari tengah masyarakat, maka semakin cepat pula terwujud Kota Kupang sebagai rumah bersama yang nyaman dan membanggakan,” pungkasnya sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, S.Th., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah diawali sejak pagi hari dengan senam jantung sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia Nusa Tenggara Timur yang diketuai Theodorus Widodo.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan peluncuran dan pengukuhan Klub Jantung Sehat Indonesia milik GMIT Kota Baru sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran hidup sehat di tengah jemaat dan masyarakat.

Mengusung tema “Gereja Melayani, Kota Diberkati”, Pdt. Febi menegaskan bahwa kehadiran gereja di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pelayanan kesehatan yang dilakukan, menurutnya, merupakan bentuk iman yang menyentuh tubuh, hati, dan harapan sesama.

BACA JUGA:  NTT Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Kirab Budaya “NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan”

Ia menambahkan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara GMIT Kota Baru dan RS Mamami menjadi wujud tanggung jawab iman sekaligus tanggung jawab sosial gereja.

Pdt. Febi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan yang diberikan, seraya berharap kegiatan ini dapat mendorong terwujudnya Kota Kupang sebagai kota yang sehat, peduli, dan penuh pengharapan bagi seluruh masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.