BI NTT Gelar Capacity Building Jurnalis, Dorong Jurnalisme Data dan Kredibel

oleh -1159 Dilihat
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Surabaya-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan capacity building bersama para jurnalis selama tiga hari, 25–27 September 2025, di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Narasi Kredibel dan Memikat dengan Jurnalisme Berbasis Data dan Kebijakan Terkini.”

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda, dalam arahannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mempererat kemitraan dengan media sekaligus memberikan pengetahuan, pengalaman, dan pembekalan yang menunjang aktivitas insan pers.

“Kegiatan ini sangat penting di era digital dengan dominasi demografi Gen Y dan Gen Z. Konten jurnalis dituntut lebih memikat, mengikuti tren, dan memuat memori kolektif dengan tetap mengedepankan kredibilitas berdasarkan data atau informasi faktual,” ungkap Rio.

Hari pertama kegiatan diisi dengan pelatihan penulisan dan fotografi jurnalistik bersama narasumber Moses Parlindungan Ompusunggu, jurnalis The Jakarta Post sekaligus documentary filmmaker, serta M. Fajar Marta, jurnalis Kompas. Para peserta dibekali teknik menyusun konten yang menarik sekaligus akurat.

Rio menambahkan, capacity building ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi pembangunan NTT, khususnya melalui sinergi media dengan berbagai pihak dalam menghasilkan narasi yang konstruktif. “Setiap pembelajaran dan lesson learned dapat menjadi referensi yang baik bagi Provinsi NTT,” katanya.

Agenda hari kedua diisi dengan eksplorasi De Javasche Bank, cikal bakal Bank Indonesia, serta edukasi sinergi stabilisasi harga melalui penguatan sektor pertanian di Jawa Timur. Para jurnalis juga mendapat pembekalan terkait perkembangan digitalisasi sistem pembayaran, termasuk implementasi QRIS.

Menurut Rio, kegiatan ini sejalan dengan bauran kebijakan BI di daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menjaga stabilitas inflasi, serta mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran.

Ia pun berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam mengawal berbagai program yang diinisiasi pemangku kebijakan. “Tidak ada kondisi sosial-ekonomi yang sempurna dan utopis. Tetapi semangat gotong royong dan sikap optimis tentu menjadi hal yang harus terus kita galakkan bersama,” tutup Rio Khasananda. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.