Wamen Diktiristek Ajak Kampus Jadi Problem Solver, Gubernur NTT Tekankan Pembangunan SDM Unggul

oleh -1208 Dilihat
Gubernur NTT Teken MoU Bersama Wamen Diktiristek. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi sejak awal diberi mandat menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kompetitif. Fungsi utama ini, katanya, harus terus dijaga, namun pada saat yang sama perguruan tinggi juga dituntut berperan sebagai problem solver atas berbagai masalah sosial-ekonomi.

“Inilah cikal bakal konsep perguruan tinggi berdampak,” ujar Wamen Fauzan saat membuka Rapat Kerja Konsolidasi Pimpinan Perguruan Tinggi di LLDikti Wilayah XV dengan tema Sinergi Membangun SDM Unggul yang Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Emas 2045, di Aston Kupang Hotel & Convention Center pada Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi NTT untuk merancang langkah konkret dalam membangun SDM unggul, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menambahkan, nilai gotong royong dalam Pancasila harus dimaknai secara personal maupun institusional, sehingga melekat dalam jati diri perguruan tinggi.

Tagline Perguruan Tinggi berdampak bukan hal baru, melainkan misi yang harus dijalankan konsisten. Kebermanfaatan perguruan tinggi terletak pada kontribusinya sebagai problem solver, bukan bagian dari masalah di daerah,” tegasnya.

Wamen Fauzan juga memberikan apresiasi kepada LLDikti Wilayah XV yang dinilainya berhasil merancang forum inklusif sebagai contoh yang dapat diadopsi daerah lain.

“Kita perlu berpikir bagaimana menjadikan NTT sebagai wilayah maju dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Untuk itu, saya berharap pimpinan perguruan tinggi dapat selalu mencurahkan gagasan, tenaga, dan komitmen dalam memajukan NTT di berbagai bidang,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa investasi paling fundamental bagi pembangunan jangka panjang adalah pembangunan SDM unggul.

BACA JUGA:  Resmi Dilantik, Komisioner KPID NTT Diminta Jaga Kualitas Informasi Publik

“Upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi dan mewujudkan Generasi Emas Flobamorata hanya bisa dicapai melalui strategi yang terintegrasi dan kolaboratif,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti tantangan serius yang masih dihadapi NTT, yakni tingginya angka stunting, kemiskinan, serta rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun, ia optimistis peluang besar terbuka bila pembangunan SDM dijadikan prioritas.

“Semakin tinggi angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di NTT, semakin banyak mahasiswa yang dapat digerakkan sebagai agen perubahan di desa-desa,” tambahnya.

Ia menegaskan, integrasi data, riset, dan sinergi lintas sektor dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus membentuk gerakan sosial dalam memerangi stunting dan kemiskinan ekstrem.

Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi RI dengan Pemerintah Provinsi NTT, yang ditandatangani Wamen Prof. Dr. Fauzan dan Gubernur Melki Laka Lena, serta disaksikan Kepala LLDikti Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka.

Selain itu, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2025 ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada pemerintah daerah serta Bank BRI atas kontribusi nyata dalam program KKN dan pemberdayaan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, Ketua KADIN NTT, serta para tokoh agama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.