Gubernur NTT Ajak Kepala Daerah Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Efisiensi Anggaran dan Perubahan Iklim

oleh -1078 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi Rapat Kerja Gubernur bersama Wali Kota Kupang serta para Bupati/Wakil Bupati se-Provinsi NTT pada Jumat, 21 November 2025 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Rapat kerja tahun ini mengangkat tema “Membangun NTT Lebih Maju Melalui Kolaborasi Inovatif.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh. Sekda Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, para pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, Kepala Kantor Dirjen Perbendaharaan NTT, Kepala KPPG Nusa Tenggara–Bali, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Provinsi NTT.

Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Utama

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa rapat kerja ini sangat relevan dengan berbagai tantangan dan peluang pembangunan daerah saat ini, terutama terkait kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diberlakukan secara nasional.

“Di tengah dinamika kebijakan efisiensi anggaran, kita dituntut melakukan inovasi dalam tata kelola keuangan agar belanja daerah tepat biaya, tepat sasaran, dan tepat guna,” tegas Gubernur.

Ia menekankan perlunya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk evaluasi tarif pajak dan retribusi tanpa membebani masyarakat. Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mulai menggali sumber-sumber pendapatan baru yang kreatif dan adaptif.

Perubahan Iklim dan Risiko Bencana Perlu Diantisipasi

Selain isu anggaran, Gubernur Melki turut menyoroti meningkatnya risiko perubahan iklim ekstrem yang berdampak langsung pada ketahanan daerah. Menurutnya, sinergi antara daerah dan lintas sektor sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

“Kita perlu berinovasi dalam mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan infrastruktur yang adaptif. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Anggaran mitigasi bencana harus kita dorong lebih kuat,” jelasnya.

Isu Kesehatan dan Penguatan Layanan Dasar

Di sektor kesehatan, Gubernur menekankan perlunya pendekatan baru dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari pemerataan akses layanan hingga peningkatan fasilitas dan SDM kesehatan. Menurutnya, strategi kolaboratif harus menjadi pondasi untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota.

Raker Jadi Ruang Berbagi Gagasan dan Rumusan Aksi Konkret

Gubernur Melki Laka Lena menutup arahannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Rapat Kerja ini sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama dan menyusun langkah-langkah nyata bagi percepatan pembangunan NTT.

“Saya yakin kita semua memiliki mimpi dan harapan yang sama agar daerah ini maju dan berkembang lebih baik melalui kolaborasi dan kerja-kerja inovatif,” pungkasnya.

Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan strategi kerja lintas sektor yang lebih terarah, efektif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan NTT di tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.