Gubernur Melki Apresiasi 10 Kabupaten di NTT Berprestasi dalam Penurunan Stunting

oleh -432 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Pose Bersama para Kepala Daerah se-NTT di Rujab NTT pada Jumat, 21 November 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan plakat penghargaan kepada sepuluh Kepala Daerah terbaik dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2024. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan pada akhir Rapat Kerja Gubernur bersama para Bupati/Wakil Bupati se-Provinsi NTT yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi NTT terhadap komitmen dan kinerja pemerintah kabupaten dalam upaya percepatan penurunan stunting. Adapun sepuluh kabupaten yang meraih penghargaan tersebut yaitu:

  1. Kabupaten Flores Timur
  2. Kabupaten Manggarai Timur
  3. Kabupaten Rote Ndao
  4. Kabupaten Belu
  5. Kabupaten Nagekeo
  6. Kabupaten Ngada
  7. Kabupaten Ende
  8. Kabupaten Timor Tengah Utara
  9. Kabupaten Sabu Raijua
  10. Kabupaten Sumba Timur

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif para kepala daerah yang dinilai telah memberikan dampak signifikan dalam menekan angka stunting. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja lintas sektor, penguatan layanan dasar, dan keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menurunkan angka stunting di NTT.

“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa kerja bersama dan inovasi harus terus ditingkatkan. Penurunan stunting adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Penandatanganan 11 Komitmen Bersama untuk Percepatan Pembangunan

Selain penyerahan penghargaan, Rapat Kerja tersebut juga ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur NTT dan para Bupati/Wakil Bupati. Penandatanganan ini menandai kesepakatan strategis untuk memperkuat arah pembangunan daerah di tahun-tahun mendatang.

Sebanyak sebelas poin penting komitmen pembangunan disepakati bersama, yaitu:

  1. Melaksanakan program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses layanan dasar, pelatihan keterampilan, serta perluasan akses modal dan lapangan kerja.
  2. Mendukung pelaksanaan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, serta kemandirian pangan, energi dan air.
  3. Menjaga keberlanjutan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja sektor informal dengan dukungan penganggaran daerah dan pengawasan terpadu.
  4. Memperkuat penanganan stunting melalui peningkatan akses makanan bergizi, perbaikan sanitasi, dan edukasi gizi kepada masyarakat.
  5. Menjamin perlindungan anak balita melalui pemberian imunisasi dasar lengkap.
  6. Menguatkan pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi, penyediaan layanan kesehatan berkualitas, serta penanggulangan stigma terhadap ODHA.
  7. Mendukung pembangunan rumah layak huni melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
  8. Meningkatkan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan pencegahan korupsi.
  9. Mempercepat realisasi pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai kuota nasional.
  10. Mendorong percepatan pembangunan NTT Mart di seluruh kabupaten/kota.
  11. Mengakselerasi implementasi program One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
BACA JUGA:  Ketua DPRD NTT Soroti Buku “Asa dan Rasa”: Refleksi Harus Jujur dan Sesuai Realitas Lapangan

Gubernur menegaskan bahwa komitmen ini harus menjadi pedoman kerja bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus memastikan bahwa setiap langkah pembangunan berdampak langsung bagi rakyat. Komitmen ini adalah peta jalan kita untuk bekerja lebih terarah, transparan, dan kolaboratif,” tegasnya.

Dengan adanya penghargaan dan peneguhan komitmen bersama ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap upaya percepatan pembangunan daerah, penguatan layanan dasar, serta upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan terukur di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.