Program KDKMP Melesat, NTT Kini Punya 3.442 Koperasi Merah Putih

oleh -782 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Pimpinan SKPD Buka Acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan pengarahan kepada 481 peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025 yang berlangsung di Aston Hotel Kupang, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Lerry Rupidara, Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Viktor Manek, akademisi dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang, para narasumber pelatihan, serta insan pers.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pelatihan peningkatan kapasitas bagi para Business Assistant, Project Manager Assistant, dan Tenaga Pendamping KDKMP merupakan langkah strategis sekaligus komponen penting dalam menyukseskan program Pemerintah Pusat terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Menurut saya, kegiatan pelatihan ini penting diikuti oleh teman-teman sekalian karena merupakan bagian dari upaya kita menyukseskan program Pemerintah Pusat di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menggerakkan potensi lokal desa masing-masing,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan implementasi KDKMP di tingkat desa dan kelurahan sangat bergantung pada kompetensi pendamping lapangan.

“Pelatihan peningkatan kompetensi pendamping ini menjadi penting karena kalian adalah ujung tombak dan penentu pergerakan Koperasi Merah Putih di tingkat desa. Kalian menjadi penentu keberhasilan di wilayah kerja masing-masing,” tegasnya.

Melki Laka Lena juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus mendukung pelaksanaan program KDKMP agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Hingga saat ini, tercatat 3.442 KDKMP telah terbentuk di seluruh Provinsi NTT. Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para pendamping yang telah bekerja keras membantu pelaksanaan program strategis tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur berharap materi yang disampaikan dalam pelatihan mampu meningkatkan kapasitas dan pemahaman para pendamping sehingga dapat memperkuat kinerja KDKMP di lapangan.

BACA JUGA:  Fransiscus Go dan YFMG Dukung Penuh Takuju Market untuk UMKM Makanan & Minuman

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur turut menyinggung program One Village One Product (OVOP) yang kini sedang digerakkan Pemprov NTT untuk mendorong hilirisasi produk unggulan desa. Ia menjelaskan bahwa Pemprov NTT telah meluncurkan NTT Mart sebagai wadah pemasaran produk-produk OVOP.

“Dengan adanya NTT Mart, setiap desa yang punya produk unggulan bisa punya ruang untuk berkembang dan bersaing,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pendamping yang semakin profesional dan berdampak bagi penguatan ekonomi desa melalui KDKMP dan program pembangunan lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.