Suarantt.id, Kupang-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang genap berusia 17 tahun pada 3 April 2026. Di momentum ini, jajaran manajemen menegaskan komitmen untuk terus berbenah di tengah berbagai tantangan pelayanan air bersih di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, mengatakan perjalanan selama 17 tahun bukanlah hal yang mudah.
Sejak berdiri melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2005 dan mulai beroperasi resmi pada 3 April 2009, perusahaan ini telah melewati berbagai dinamika, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga tuntutan pelayanan masyarakat yang terus meningkat.
“Selama 17 tahun, kami tidak hanya menghadirkan air, tetapi juga menghadirkan harapan. Air adalah kehidupan, air adalah kerinduan bagi masyarakat di kota yang terus bertumbuh,” ujarnya pada Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang telah mencapai sekitar 17.500 pelanggan dengan cakupan layanan sekitar 20 persen dari total penduduk Kota Kupang. Jika digabungkan dengan layanan dari pihak lain seperti Kabupaten Kupang dan BLUD SPAM Provinsi NTT, cakupan pelayanan air bersih di kota ini berada di kisaran 30 persen.
Meski demikian, angka tersebut diakui masih jauh dari harapan. Oleh karena itu, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan, baik dari sisi internal maupun eksternal.
Enam bulan lalu, Perumda Air Minum Kota Kupang juga melakukan survei kepuasan masyarakat. Hasilnya, indeks kepuasan masyarakat mencapai angka 82 dengan kategori baik. Capaian ini menjadi indikator positif atas kinerja perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, Isodorus tidak menampik masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. “Ada tiga hal yang menjadi catatan kami, yakni manajemen, kompetensi sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Ini akan menjadi fokus pembenahan ke depan,” jelasnya.
Dalam perayaan HUT ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang juga memberikan sambungan rumah gratis kepada 17 pelanggan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen memperluas layanan kepada masyarakat.
Isodorus menambahkan, berbagai keluhan pelanggan seperti air yang kadang tidak mengalir atau kebocoran pipa menjadi tantangan yang terus dihadapi. Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa harapan masyarakat akan terus dijaga.
“Air mungkin masih sering macet dan pipa kadang bocor, tetapi harapan tidak boleh hilang. Kami akan terus berupaya agar ketika masyarakat membuka keran, air bisa langsung tersedia,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota, atas dukungan yang diberikan selama ini, termasuk rencana penyertaan modal untuk pengembangan jaringan air minum.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci penting dalam mempercepat peningkatan layanan. “Kalau berjalan sendiri, kita akan lambat. Tapi dengan kerja sama dan dukungan pemerintah, kita bisa bergerak lebih cepat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Isodorus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas kekurangan pelayanan selama ini, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya perbaikan yang sedang dilakukan.
“Kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu, kami mohon dukungan agar ke depan bisa melayani lebih baik, menjangkau lebih luas, dan benar-benar menghadirkan air sebagai harapan bagi seluruh warga Kota Kupang,” pungkasnya. ***






