Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan rumah ibadah dengan menyerahkan bantuan sosial keagamaan senilai total Rp350 juta kepada Jemaat GMIT Moria Liliba dan Klasis Kota Kupang Timur. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, dalam ibadah Minggu sore di Gedung Kebaktian GMIT Moria Liliba.
Bantuan senilai Rp300 juta diberikan untuk pembangunan Gedung Serbaguna GMIT Moria Liliba, sementara Rp50 juta diberikan kepada Klasis Kota Kupang Timur. Wali Kota menegaskan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemotongan belanja daerah hingga 50 persen, Pemkot Kupang tetap memprioritaskan bantuan bagi rumah ibadah. Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan adalah penghapusan pengadaan mobil dinas baru, sehingga menghemat sekitar Rp4 miliar yang dialihkan untuk kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah salah satu bantuan terbesar yang kami salurkan tahun ini. Kami rela memangkas anggaran perjalanan dan mobil dinas demi memastikan bahwa rumah ibadah mendapat dukungan nyata,” ujar dr. Christian Widodo dalam sambutannya.
Acara penyerahan bantuan ini juga dirangkaikan dengan perhadapan Panitia Persidangan III Klasis Kota Kupang Timur Tahun 2027, yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua Klasis. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud N. Nafi, Analis Kebijakan Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan L. Mila Meha, serta mantan Penjabat Wali Kota Kupang 2022–2023, George M. Hadjoh.
Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Kapioru-Pattikawa, memimpin ibadah dan menyampaikan firman dari Keluaran 3:1-17 dengan tema “Allah Peduli dan Memiliki Rencana bagi Bangsa Indonesia.” Ia mengajak jemaat untuk tetap setia menjadi terang di tengah dunia, terutama menghadapi tantangan intoleransi yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba, Pdt. Elisabeth Radja Gah-Djara, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa aula serbaguna yang tengah dibangun akan digunakan untuk menunjang pelayanan jemaat dan sebagai tempat penyelenggaraan Sidang Klasis 2027. Dari total kebutuhan anggaran Rp3,8 miliar, jemaat telah berhasil mengumpulkan hampir Rp1 miliar. “Kami percaya, Tuhan akan membuka jalan untuk memenuhi kekurangannya,” ungkapnya penuh harap.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani. Ia menyebut prinsip “to govern is to serve” menjadi pegangan Pemkot Kupang dalam lima tahun ke depan, sebagaimana diterapkan dalam Program Dana Pengaman Kesehatan di RSUD S.K. Lerik senilai Rp3 miliar untuk melayani pasien darurat yang tidak memiliki BPJS atau identitas.
Mengakhiri sambutannya, dr. Christian Widodo memberi penghargaan kepada para tokoh pendahulu, khususnya George Hadjoh, yang disebutnya sebagai sosok senior penuh kebijaksanaan. Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar dan menghormati para pendahulu.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba dan Ketua Klasis Kota Kupang Timur, pemberian cinderamata dari jemaat kepada pemerintah kota, serta sesi foto bersama seluruh undangan. ***





