Wali Kota Kupang Motivasi Mahasiswa Undana dan Paparkan Roadmap Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

oleh -1321 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Dosen dan Mahasiswa Undana Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Sainstek VII yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis (18/9/2025) di Aula Rektorat Undana. Seminar ini juga dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, Dekan Fakultas Sains dan Teknik Prof. Philipi De Rozari (hadir secara daring), jajaran pimpinan fakultas, para keynote speaker lainnya, serta mahasiswa.

Dalam paparannya, dr. Christian mengusung konsep besar pengelolaan sampah terpadu yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Kupang sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

“Selama ini kita hanya memindahkan sampah dari titik A ke titik B tanpa pengolahan yang tepat. Karena itu, kami merumuskan sebuah roadmap pengelolaan sampah terpadu yang bisa diwariskan kepada pemimpin Kota Kupang berikutnya,” ungkapnya.

Menurutnya, sistem ini dimulai dari rumah tangga. Setiap RT disediakan tempat sampah terpilah dengan tiga kategori: hijau (organik), kuning (non-organik), dan merah (berbahaya). Sampah kemudian diangkut ke TPS kelurahan lalu ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat kecamatan. “Targetnya, 85 persen sampah diolah di TPST kecamatan, hanya 15 persen residu dibawa ke TPA,” jelasnya.

Di TPST, sampah diproses dengan teknologi sederhana seperti mesin pencacah plastik, pencetak batako, hingga budidaya maggot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak bernilai tinggi. Pemerintah Kota Kupang juga mendapat dukungan pusat berupa pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern dengan teknologi pirolisis yang mengubah plastik menjadi bahan bakar.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Ibu, Ketua DPRD NTT Serukan Partisipasi Perempuan dalam Seluruh Proses Pembangunan

Wali Kota mengakui tantangan terbesar program ini adalah keterbatasan anggaran. Namun, berkat dukungan CSR dari swasta, perbankan, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi, Pemkot Kupang telah memiliki ratusan unit tempat sampah terpilah. “Semangat gotong royong masyarakat luar biasa. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 800 unit tempat sampah yang terdistribusi,” ujarnya.

Selain memaparkan program, dr. Christian juga menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa dengan tiga prinsip hidup yang ia pegang: fokus, adaptasi, dan konsistensi. Ia menekankan pentingnya fokus pada tujuan, kemampuan beradaptasi di era digital, serta konsistensi untuk menjaga komitmen hingga tuntas.

Menutup paparannya, dr. Christian menegaskan bahwa langkah awal pengelolaan sampah terpadu ini, meski sederhana, menjadi pijakan penting membangun sistem berkelanjutan yang dapat digunakan siapa pun pemimpin Kota Kupang di masa depan.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, menegaskan bahwa isu ekonomi hijau dan biru sudah lama menjadi perhatian civitas akademika Undana. Ia menyebut mahasiswa Undana kerap mengikuti seminar dan kompetisi tingkat nasional maupun internasional terkait isu tersebut, bahkan mengolah sampah plastik menjadi produk bermanfaat seperti paving block dan pot bunga.

“Mahasiswa kita tidak hanya bicara teori, tapi juga praktik. Kami berharap seminar ini memperluas wawasan sekaligus melahirkan inovasi teknologi yang dapat diakses masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.