Peringatan Hari Ibu, Ketua DPRD NTT Serukan Partisipasi Perempuan dalam Seluruh Proses Pembangunan

oleh -827 Dilihat
Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Emilia Julia Nomleni, menyerukan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam seluruh proses pembangunan daerah pada peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan Emilia Nomleni kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT. Dalam kesempatan itu, ia terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu kepada seluruh perempuan tangguh di Nusa Tenggara Timur.

“Yang pertama, saya mengucapkan selamat Hari Ibu. Apapun posisi atau kedudukan para perempuan, hari ini kita memiliki Hari Ibu sebagai momentum penting,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Menurut Nomleni, Hari Ibu tidak boleh dimaknai semata sebagai ungkapan kasih sayang dan terima kasih antara anak dan ibu, melainkan sebagai momentum besar untuk merefleksikan perjuangan perempuan Indonesia dalam mengambil peran strategis di masyarakat.

“Kita tidak hanya melihat Hari Ibu sebagai bentuk rasa sayang dan terima kasih, tetapi maknanya jauh lebih besar. Ini adalah pengingat tentang gerakan perempuan dan perjuangan panjang mereka untuk terlibat dalam berbagai posisi di masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejarah perjuangan perempuan Indonesia telah dimulai sejak Kongres Perempuan, di mana perempuan berjuang untuk memperoleh ruang partisipasi dalam kehidupan sosial, politik, pendidikan, hingga kesehatan. Oleh karena itu, perempuan NTT didorong untuk terus berperan aktif dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bukan soal menggeser peran siapa pun, tetapi bagaimana Hari Ibu dimaknai sebagai gerakan perempuan untuk terlibat dalam seluruh proses pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, Nomleni juga menekankan pentingnya keterlibatan laki-laki dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan meminimalisir kekerasan terhadap perempuan. Ia mengingatkan bahwa isu perempuan tidak dapat dipisahkan dari peran laki-laki dalam kehidupan sosial.

BACA JUGA:  9.000 PPPK Terancam Dirumahkan, Kasimirus Kolo Desak Gubernur NTT Bangun Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

“Jika kita bicara tentang perempuan, maka kita juga harus bicara tentang laki-laki. Karena faktanya, banyak kekerasan terhadap perempuan dilakukan oleh laki-laki. Maka mari kita ajak seluruh laki-laki untuk menyadari bahwa perempuan adalah bagian dari diri mereka entah sebagai istri, anak perempuan, atau saudara perempuan,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Emilia Nomleni mengajak perempuan-perempuan di Nusa Tenggara Timur untuk tidak hanya menjadi pribadi yang mampu bertahan menghadapi tantangan, tetapi juga terus bertumbuh dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Perempuan tangguh itu bukan hanya bisa bertahan, tetapi juga harus bisa bertumbuh,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.