Di Balik Senyum Fenci: Setetes Harapan dari Legislator Filmon Loasana untuk Gadis Kecil di Kota Kupang

oleh -197 Dilihat
Fenci Nunbala Bersama Ibunya. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Namosain, Kota Kupang, senyum kecil itu tetap ada meski tubuhnya tak lagi leluasa bergerak.

Namanya Fenci Nunbala, gadis kecil berusia tujuh tahun yang tumbuh dalam keterbatasan, namun tetap menyimpan ketegaran yang tak banyak dimiliki anak seusianya.

Fenci adalah putri pertama dari pasangan Cornelis Nunbala dan Wati Sakan. Sejak bayi, hidupnya sudah diwarnai cobaan.

Sang ibu bercerita, saat berusia dua bulan, Fenci mengalami kejang-kejang akibat demam tinggi. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit SK Lerik Kupang selama beberapa hari. Namun setelah kembali ke rumah, kondisi Fenci tak lagi sama.

Tubuh kecil itu perlahan kehilangan kemampuannya. Tangan dan kaki Fenci tak lagi dapat digerakkan dengan normal. Ia pun mengalami kesulitan berbicara. Sejak saat itu, hari-harinya dihabiskan dalam keterbatasan, lebih banyak berbaring dan bergantung sepenuhnya pada kasih sayang kedua orang tuanya.

Di balik kondisi itu, keluarga kecil ini harus berjuang keras. Sang ayah bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibunya memilih tetap di rumah untuk merawat Fenci. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tak mampu membawa Fenci menjalani perawatan lanjutan.

“Untuk makan sehari-hari saja kami sudah kesulitan, apalagi untuk berobat,” tutur Wati Sakan lirih awak media pada Rabu, 15 April 2026.

Akibatnya, hingga kini Fenci belum pernah lagi mendapatkan pemeriksaan medis sejak keluar dari rumah sakit saat masih bayi. Kondisinya pun semakin memprihatinkan.

Di usianya yang seharusnya diisi dengan bermain dan belajar, Fenci justru harus berjuang dengan tubuh yang tak mampu berjalan dan tangan yang sulit digerakkan.
Namun, di tengah keterbatasan itu, secercah harapan datang menghampiri.

BACA JUGA:  BK DPRD NTT Libatkan Tim Pakar untuk Menilai Kinerja Anggota DPRD Tahun 2026

Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Filmon Loasana, menyambangi langsung rumah keluarga Nunbala.

Kehadirannya bukan sekadar kunjungan, melainkan membawa bantuan nyata yang sangat berarti bagi Fenci dan keluarganya. Sebuah kursi roda diberikan untuk membantu mobilitas Fenci, agar ia tak lagi harus selalu digendong oleh ibunya ke mana pun.

Bagi keluarga Nunbala, bantuan itu bukan hanya soal alat, tetapi juga tentang harapan.

“Ini sangat membantu kami. Selama ini saya harus menggendong Fenci terus,” ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya itu, Filmon juga menyerahkan bantuan sembako untuk meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga, serta perlengkapan sekolah berupa alat tulis dan sepatu bagi kakak Fenci yang kini duduk di bangku sekolah dasar.

Dalam kunjungannya, Filmon Loasana menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami Fenci. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membuka perhatian lebih luas terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Di tengah segala keterbatasan, senyum Fenci tetap menjadi cahaya kecil di rumah sederhana itu. Kini, dengan kursi roda yang ia miliki, ada harapan baru bahwa dunia Fenci bisa sedikit lebih luas, dan langkahnya, meski perlahan, tak lagi sepenuhnya terhenti.

Sebab terkadang, harapan memang datang dari hal sederhana dari kepedulian, dari sentuhan kasih, dan dari mereka yang memilih untuk peduli. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.