Gubernur NTT: MUSIK KEREN Jadi Wadah Perkuat Aspirasi Kelompok Rentan

oleh -182 Dilihat
Gubernur NTT Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Inklusi Kelompok Rentan Tahun 2026 di Hotel Aston and Convention Center Kupang, Rabu, 15 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Inklusi Kelompok Rentan (MUSIK KEREN) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston and Convention Center Kupang, Rabu (15/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa MUSIK KEREN harus menjadi wadah strategis untuk memperkuat aspirasi kelompok rentan sekaligus memastikan program pembangunan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Hari ini kita memasuki tahun kedua pelaksanaan MUSIK KEREN. Kami berharap usulan kelompok rentan semakin diperkuat, dan program pemerintah benar-benar menyentuh akar persoalan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis data mikro, yakni perencanaan yang berfokus langsung pada individu melalui pendekatan by name by address. Menurutnya, capaian indikator makro pembangunan perlu ditelaah lebih dalam agar mencerminkan kondisi nyata kelompok rentan di lapangan.

Adapun capaian indikator makro pembangunan Provinsi NTT tahun 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,14 persen, angka kemiskinan 17,5 persen, prevalensi stunting 20,5 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 69,89.

“Capaian ini perlu dilihat lebih dalam pada level mikro, khususnya untuk memastikan apakah kelompok rentan juga merasakan dampak pembangunan tersebut,” jelasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MUSIK KEREN, mulai dari perangkat daerah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas, hingga para fasilitator.

Menurutnya, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di NTT.

“Keterlibatan semua pihak menunjukkan bahwa semangat gotong royong terus menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah. Dengan semangat ini, kita optimis dapat mewujudkan pembangunan yang merata bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Monumen Bruno Sukarto Berdiri di Kampus STIKOM Uyelindo, Gubernur NTT Kenang Dedikasi Pendiri Pendidikan TI

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh yang melakukan studi tiru terhadap pelaksanaan MUSIK KEREN di NTT.

Dalam kesempatan itu Gubernur mengajak seluruh peserta untuk tetap optimis dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Ia juga mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan kelompok rentan, termasuk peningkatan produksi serta pemasaran hasil karya penyandang disabilitas.

“Melalui MUSIK KEREN, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Kita mengurus orang miskin, bukan orang bermental miskin,” tegasnya.

Kegiatan MUSIK KEREN diharapkan menjadi forum strategis dalam memperkuat partisipasi kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan, sekaligus memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe, perwakilan Direktorat Perencanaan, Informasi dan Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Kepala Bapperida Aceh Zulkifli, jajaran Pemerintah Provinsi Aceh, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas, serta para fasilitator. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.