Gubernur NTT Lepas 330 Peserta Ret-Ret Kepemimpinan Strategis di Perbatasan

oleh -734 Dilihat
Gubernur Melki Pose Bersama Para Peserta Ret-Ret Kepemimpinan di Halaman Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 23 September 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma secara resmi melepas 330 peserta Ret-Ret Gelombang I Kepemimpinan Strategis bagi Pejabat Struktural Pemerintah Provinsi NTT  di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Selasa (23/9/25).

Para peserta akan mengikuti pembinaan dan penguatan kapasitas yang dipusatkan di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Kabupaten Belu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemprov NTT untuk membentuk kepemimpinan yang lebih solid dan visioner di lingkungan birokrasi.

Dalam arahannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa ret-ret ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah penting untuk memperdalam pemahaman mengenai arah pembangunan NTT sekaligus memperkuat sinergi dan kebersamaan antar pejabat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar semua pejabat struktural lebih memahami arah pembangunan NTT, membangun jaringan kerja sama yang solid, dan menyatukan pikiran serta perasaan untuk membangun daerah ini ke depan,” tegas Gubernur.

Ia juga mengingatkan pentingnya refleksi atas berbagai keterbatasan agar lahir semangat kerja sama yang nyata. “Dengan kolaborasi yang kuat, banyak hal besar dapat diwujudkan untuk kemajuan NTT,” ujarnya.

Selama ret-ret berlangsung, peserta akan menerima materi dari narasumber strategis yang memperkaya wawasan tentang potensi daerah sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan visioner.

Gubernur Melki juga menekankan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal, khususnya di kawasan perbatasan negara. “Kita akan membeli berbagai kebutuhan makanan dari pasar-pasar tradisional di Belu, Malaka, dan TTU sehingga ekonomi rakyat ikut bergeliat. Selain itu, akan ada kegiatan kemanusiaan yang digelar selama ret-ret ini,” jelasnya.

Menurutnya, pemilihan Universitas Pertahanan sebagai lokasi kegiatan juga menjadi langkah efisiensi anggaran sekaligus membangun kebersamaan. “Dengan memilih Universitas Pertahanan, kita menghemat banyak biaya dibandingkan jika kegiatan ini dilaksanakan di hotel. Para peserta akan tinggal dalam suasana asrama yang sederhana, penuh kebersamaan, dan jauh dari hiruk pikuk,” tambahnya.

BACA JUGA:  NTT Jadi Perhatian Serius, Pemerintah Targetkan Angka Stunting Turun di Bawah 30 Persen pada 2026

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki berpesan agar seluruh peserta menjaga kebersamaan dan saling memperhatikan selama kegiatan berlangsung. “Semoga pengalaman ini memberi kesan mendalam dan menjadi warna baru dalam pelayanan kita ke depan,” tutupnya.

Sebagai tanda pelepasan resmi, Gubernur Melki menyematkan selendang dan topi kepada perwakilan peserta secara simbolis. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.