Menko PM Kunjungi Kupang, Perkuat Ekonomi Kreatif dan Perlindungan Pekerja Lepas

oleh -1579 Dilihat
Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, Trukan Sri Bahukeling Beri Keterangan Pers. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melalui Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, Trukan Sri Bahukeling, melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kota Kupang pada Rabu (1/10/2025). Agenda ini difokuskan pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan bagi pekerja lepas dan pelaku usaha ekonomi kreatif.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar 
menjadwalkan beberapa locus, antara lain Efata Center, Sekolah Rakyat, dan SSPG. Selain itu, digelar rapat koordinasi terkait strategi pengentasan kemiskinan bersama pemerintah daerah. Puncak kegiatan dilaksanakan di Gedung GMIT Center Kupang dengan topik “Sinergi Penguatan Ekosistem dan Perlindungan bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dan GIGs Worker”.

Trukan Sri Bahukeling menjelaskan, sektor ekonomi kreatif menjadi perhatian utama karena memiliki 17 subsektor potensial, dengan fashion dan musik dari NTT yang belakangan makin populer serta mampu membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat. “Melalui pelatihan dan pendampingan, termasuk bailaiting berdaya bersama, kita ingin memperkuat kapasitas mahasiswa, koperasi, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing,” ungkapnya.

Pada sore hari, Menteri Koordinator PM bersama Gubernur NTT dijadwalkan berdialog dengan masyarakat Kota Kupang untuk membahas perlindungan pekerja lepas, termasuk sektor ekonomi kreatif. Salah satu bentuk perlindungan yang ditegaskan adalah penyediaan jaminan sosial tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur BPJS Ketenagakerjaan turut hadir dalam kegiatan ini dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Langkah ini menjadi wujud apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Provinsi NTT, yang meski memiliki keterbatasan APBD, tetap konsisten mendukung pekerja migran dan pekerja rentan.

“Kami akan memperkuat sinergi ini, agar pekerja lepas dan pekerja migran mendapatkan perlindungan yang memadai. Spektrum perlindungan ini mencakup jaminan bagi ahli waris, pekerja migran, serta pekerja rentan lainnya,” kata Trukan.

BACA JUGA:  NTT Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Kirab Budaya “NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan”

Pasca kunjungan, Kemenko PM juga menyiapkan program pendampingan dan pelatihan lanjutan dengan menggandeng beberapa instansi mitra untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.