Kunjungi MPP Kota Kupang, Wamendagri Puji Inovasi “Besti” dan Program Kesehatan untuk Warga Tak Punya BPJS

oleh -2091 Dilihat
Wakil Menteri Dalam Negeri Didampingi Wali Kota Kupang Kunjungi MPP di Kantor DPMPTSP Kota Kupang. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan publik yang dikembangkan Pemerintah Kota Kupang saat meninjau Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang pada Selasa (14/10/2025) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri didampingi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kupang. Turut hadir Plh. Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, Asisten I Setda Kota, Jeffry Pelt, Kepala DPMPTSP Kota Kupang, Andre Otta, Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Kadis Dukcapil Kota Kupang, Angelina Tamo Inya, dan Direktur RSUD SK Lerik, drg. Dian Sukmawati Arkiang.

Bima Arya menyampaikan kesan positif terhadap keramahan dan profesionalitas para petugas di MPP Kota Kupang. Menurutnya, pelayanan publik yang baik tidak hanya berorientasi pada kemudahan, tetapi juga harus mampu memberikan kebahagiaan kepada masyarakat.

“Yang saya rasakan adalah keramahtamahan dari staf yang ada di sini. Mungkin karena Pak Wali Kota Kupang orangnya ramah, jadi tertular ke seluruh tim. Itu penting sekali, karena pelayanan publik bukan hanya memudahkan masyarakat, tapi juga membahagiakan mereka. Itulah esensi dari demokrasi,” ujar Bima Arya kepada wartawan usai melakukan kunjungan di MPP DPMPTSP Kota Kupang.

Wamendagri juga memberikan apresiasi khusus terhadap dua inovasi yang dinilainya sangat inspiratif. Pertama, inovasi layanan “Besti” (Beres dan Pasti) yang menjadi wadah curhat dan konsultasi masyarakat terkait layanan perizinan dan pengaduan di DPMPTSP Kota Kupang. Kedua, program dana pengaman sebesar Rp 3 miliar per tahun yang ditempatkan di RSUD SK Lerik Kupang untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki BPJS atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Saya dengar tadi ada dua inovasi menarik, yaitu layanan Besti yakni bebas dan pasti yang sangat memudahkan masyarakat, serta adanya dana bantuan di RS SK Lerik bagi warga yang belum punya BPJS. Itu terobosan yang luar biasa,” ungkap mantan Wali Kota Bogor itu.

Bima Arya menilai bahwa pelayanan publik di Kota Kupang saat ini telah memenuhi standar nasional. Ia berharap Pemerintah Kota Kupang dapat terus mempertahankan kualitas pelayanan yang telah berjalan baik tersebut.

“Kalau pelayanan publiknya terus seperti ini, tidak menutup kemungkinan Kota Kupang akan memperoleh dana insentif fiskal dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bima Arya mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Kementerian Dalam Negeri akan menyiapkan alokasi anggaran insentif fiskal untuk pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja pelayanan publik terbaik di Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi dari Wamendagri. Ia menegaskan bahwa berbagai inovasi pelayanan publik yang dilakukan Pemkot Kupang merupakan bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang cepat, transparan, dan humanis.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang bukan hanya efisien, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Inovasi seperti Besti lahir dari semangat untuk mendengar dan melayani masyarakat dengan hati,” tutur Wali Kota Christian.

Kunjungan Wamendagri ke MPP Kota Kupang diakhiri dengan peninjauan langsung ke sejumlah gerai pelayanan dari berbagai instansi daerah maupun vertikal yang beroperasi di gedung tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.