Aktivitas Transportasi di NTT Melambat, Penumpang Udara dan Laut Turun pada September 2025

oleh -480 Dilihat
Kepala BPS NTT, Matamira Kale. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Aktivitas transportasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami perlambatan pada September 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat, baik angkutan udara maupun laut menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi NTT, Mira Kale, menjelaskan bahwa jumlah penerbangan angkutan udara pada September 2025 tercatat sebanyak 3.463 penerbangan, menurun 8,56 persen dibandingkan Agustus 2025. Meski begitu, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah tersebut meningkat 9,55 persen.

“Dari total penerbangan itu, sebanyak 1.731 merupakan penerbangan berangkat dan 1.732 penerbangan datang,” jelas Mira dalam rilis resminya pada Senin, 3 November 2025.

Ia menambahkan, Bandara Eltari Kupang menjadi bandara dengan kontribusi penerbangan terbesar, mencapai 35,32 persen dari total penerbangan di NTT. Posisi kedua ditempati Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, dengan andil 30,18 persen.

Selain jumlah penerbangan, jumlah penumpang angkutan udara juga tercatat menurun. Pada September 2025, BPS mencatat ada 260.867 penumpang, turun 11,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, bila dibandingkan September 2024, angka tersebut naik 3,72 persen.

Sementara itu, sektor angkutan laut juga mengalami tren penurunan. BPS mencatat 7.720 pelayaran pada September 2025, atau turun 12,80 persen dibandingkan Agustus 2025. Meski demikian, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah pelayaran naik 10,21 persen.

Adapun jumlah penumpang angkutan laut mencapai 497.137 orang, terdiri atas 242.814 penumpang turun dan 254.323 penumpang naik. Jumlah ini mengalami penurunan 5,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 9,11 persen dibandingkan September 2024.

Menurut BPS, penurunan aktivitas transportasi pada September ini dipengaruhi oleh selesainya musim libur panjang dan pergerakan penumpang dari masa puncak Agustus, yang biasanya didominasi oleh arus wisatawan dan pelajar.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Program OVOP dan Gerakan BELI NTT

Meski menurun secara bulanan, tren tahunan menunjukkan adanya perbaikan mobilitas masyarakat NTT, baik lewat udara maupun laut, seiring meningkatnya kegiatan ekonomi, pariwisata, dan perdagangan antarwilayah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.