Pemprov NTT Resmi Luncurkan Program KITA SEHAT, Perkuat Transformasi Sistem Kesehatan hingga 2033

oleh -342 Dilihat
Gubernur NTT Resmi Luncurkan Program "KITA SEHAT". (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) dalam sebuah acara yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, Rabu (26/11/2025). Program kerja sama bilateral ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), melibatkan Bappenas, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pertanian selaku kementerian pengampu.

Program KITA SEHAT akan berjalan selama delapan tahun, mulai 2025 hingga 2033, dan menjadi kelanjutan dari kemitraan Australia-Indonesia di bidang kesehatan yang sebelumnya dijalankan melalui AIHSP.

Dukung Transformasi Kesehatan Indonesia

Melalui program ini, Pemerintah Australia akan mendukung agenda besar transformasi sistem kesehatan Indonesia baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk NTT. Fokus program mencakup:

  1. Penguatan kebijakan dan tata kelola kesehatan;
  2. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan aspek pendukung;
  3. Penguatan layanan kesehatan primer, khususnya dalam pencegahan stunting;
  4. Pembangunan ketahanan kesehatan nasional melalui pendekatan One Health.

Acara peluncuran dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, serta perwakilan kementerian dan organisasi internasional seperti UNICEF, UNFPA, dan WHO. Turut hadir pula Tim Program KITA SEHAT yang akan mendampingi pelaksanaan fase pertama program untuk periode 2025–2029.

Gubernur: Langkah Strategis Membangun NTT Sehat dan Tangguh

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyatakan bahwa peluncuran program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem kesehatan di NTT sekaligus mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Program KITA SEHAT hadir untuk memperkuat layanan primer, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperbaiki tata kelola kesehatan, serta mendorong pencegahan stunting sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah,” ujar Gubernur.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Puji Postur Atlet Futsal Putu Satria yang Kini Perkuat Timnas

Ia menegaskan bahwa program ini selaras dengan RPJMN 2025-2029 serta RPJMD NTT 2025-2029, khususnya dalam misi pembangunan kesehatan yang dituangkan melalui Program Dasa Cita Ayo Bangun NTT: Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting.

Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan nyata yang telah diberikan kepada NTT, termasuk bantuan 100.000 dosis vaksin rabies pada 2023 melalui AIHSP.

NTT sangat berterima kasih atas kemitraan yang terus terjalin. Kita berharap program KITA SEHAT menjadi ruang kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan Australia dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan terjangkau,” tegasnya.

Bappenas: NTT Jadi Lokasi Utama Program

Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, yang menyampaikan sambutan secara virtual, menjelaskan bahwa program ini akan berjalan dalam dua fase hingga 2033.

Pada fase pertama (2025–2029), dua fokus besar yang dikedepankan adalah:

  1. Penguatan layanan kesehatan primer dan gizi;
  2. Pendekatan One Health dan ketahanan kesehatan mencakup integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Menurutnya, penetapan NTT sebagai salah satu lokus utama menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sistem kesehatan daerah yang memiliki tantangan sekaligus potensi besar.

Kami berharap Program KITA SEHAT di NTT dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di provinsi lain,” ujarnya.

Australia Tegaskan Komitmen Mendukung Kesehatan Indonesia

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menekankan bahwa Australia berkomitmen membantu Indonesia memperkuat sistem kesehatan yang inklusif dan tangguh, terutama bagi anak-anak, ibu, dan keluarga.

Australia bangga dapat bermitra dengan NTT untuk mengatasi berbagai tantangan kesehatan. Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai hasil jangka panjang yang berkelanjutan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Direktur PT SMJ Ajak Petani NTT Manfaatkan Teknologi Drone: “Kalau Mau Maju dan Jaya, Bergabunglah dengan PT SMJ”

Langkah Lanjutan: Penyelarasan Program

Usai peluncuran, kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi teknis atau scoping meeting antara DFAT, tim KITA SEHAT, kementerian terkait, dan Pemprov NTT guna menyelaraskan sasaran program, memastikan efektivitas pelaksanaan, serta menghindari tumpang tindih dengan program kesehatan lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.