Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan peran strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta mendorong peningkatan inklusi keuangan di daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Pengukuhan Kepala OJK Provinsi NTT yang digelar di Aula Utama El Tari Kupang, Jumat (30/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Yan Jimmy Hendrik Simarmata resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Provinsi NTT, menggantikan pejabat sebelumnya, Japarmen Manalu. Acara pengukuhan turut dihadiri Anggota Komisioner OJK RI Ogi Prastomiyono, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, pimpinan perbankan, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan lainnya.
Gubernur Melki dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Yan Jimmy Hendrik Simarmata atas amanah yang diberikan sebagai Kepala OJK Provinsi NTT. Ia menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas, integritas, dan keberlanjutan sektor jasa keuangan di Nusa Tenggara Timur.
“Pengukuhan ini merupakan amanah besar. OJK memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memastikan keberlanjutan dan inklusi keuangan di NTT, terutama bagi masyarakat kecil, petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” ujar Gubernur Melki.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Japarmen Manalu atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kepala OJK Provinsi NTT.
Menurutnya, berbagai upaya penguatan pengawasan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta dukungan terhadap pembiayaan UMKM telah memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat antara OJK, pemerintah daerah, perbankan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kita ingin sektor jasa keuangan benar-benar mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. OJK diharapkan mampu mendorong inovasi keuangan yang sehat, memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok, serta tetap menjamin perlindungan konsumen,” tegasnya.
Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, serta sistem pengawasan OJK yang adaptif terhadap dinamika perekonomian daerah, termasuk perkembangan layanan keuangan digital. Pengawasan yang kuat dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.
Selain itu, Gubernur Melki menyinggung persoalan defisit neraca perdagangan NTT yang masih tinggi akibat tingginya konsumsi produk dari luar daerah. Ia menargetkan penurunan defisit perdagangan dari sekitar Rp51 triliun ke bawah Rp50 triliun, bahkan mendekati Rp40 triliun, melalui penguatan ekonomi lokal dan sinergi lintas sektor.
“Penguatan sektor jasa keuangan harus sejalan dengan upaya mendorong produksi dan pembiayaan ekonomi lokal. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis stabilitas keuangan terjaga dan pertumbuhan ekonomi NTT semakin berkualitas,” pungkasnya. ***





