Dua Guru Besar UKAW Dikukuhkan, Wagub NTT Dorong Inovasi Atasi Kekeringan dan Ekonomi Biru

oleh -453 Dilihat
Wagub NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar UKAW Kupang pada Rabu, 8 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang mengukuhkan dua Guru Besar dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Bahtera Artha Wacana, Rabu (8/4/2026).

Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma.

Dua akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Jonathan Ebet Koehuan, S.T.P., M.P. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sumber Daya Alam dan Lingkungan, serta Prof. Dr. Beatrix Maureen Rehatta, S.Pi. sebagai Guru Besar di bidang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johanis Asadoma menegaskan bahwa keberadaan Guru Besar memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur, khususnya terkait persoalan kekeringan dan pengembangan ekonomi berbasis kelautan.

“Di bidang Teknik Sumber Daya Alam dan Lingkungan, kepakaran Prof. Jonathan sangat penting dalam merumuskan solusi atas persoalan kekeringan dan degradasi lahan. Sementara di bidang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut, Prof. Beatrix memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan utama pembangunan di wilayah daratan NTT terletak pada pengelolaan sumber daya air dan konservasi lingkungan, mengingat kondisi geografis yang didominasi lahan kering. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi teknologi yang adaptif serta pendekatan ilmiah yang kuat.

Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara terintegrasi, termasuk pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), konservasi tanah, serta penguatan vegetasi guna meningkatkan daya serap air.

Lebih lanjut, Johanis Asadoma menyoroti perlunya sinergi antara ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di NTT.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan menghasilkan solusi yang lebih tepat guna dan berdaya guna bagi masyarakat.
Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai kekristenan, UKAW Kupang dinilai memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial.

BACA JUGA:  Gubernur, Wagub NTT dan Wali Kota Kupang Hadiri Pembukaan Mubes IV IKAS Kupang

“Konsep penatalayanan terhadap alam harus menjadi dasar dalam setiap riset dan pengabdian kepada masyarakat. Inovasi yang dihasilkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat kepada kedua Guru Besar yang telah mencapai jabatan akademik tertinggi, serta kepada seluruh civitas akademika UKAW Kupang.

Sementara itu, Rektor UKAW Kupang, Godlief F. Neonufa, mengatakan bahwa pengukuhan dua Guru Besar ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas akademik dan reputasi institusi.

Ia menyebutkan, saat ini UKAW Kupang telah memiliki tujuh Guru Besar sebagai wujud komitmen kampus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan inovasi di berbagai bidang.

“Pengukuhan ini bukan hanya pencapaian personal, tetapi juga momentum penting bagi UKAW untuk terus berkontribusi dalam menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.