Gubernur Melki Dorong Ekonomi Syariah sebagai Wadah Kolaborasi dan Penguatan UMKM Lokal

oleh -853 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Kepala BI Perwakilan NTT di Acara Lentera Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT – Road To Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada Kamis (26/6/2025) malam, bertempat di Kantor Gubernur NTT. Kegiatan ini menjadi momentum kolaboratif untuk memperkenalkan ekonomi syariah sebagai penggerak pembangunan ekonomi berbasis potensi unggulan lokal.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, dan komunitas dalam mengamalkan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang sejalan dengan budaya dan nilai masyarakat NTT.

Lentera Ekonomi Syariah NTT ini adalah wadah memperkenalkan produk unggulan lokal berbasis syariah, meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, serta membangun jejaring kolaborasi antara pelaku usaha syariah, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan,” ujar Melki.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai ekonomi syariah seperti kejujuran, keadilan, dan keberlanjutan merupakan refleksi dari budaya masyarakat NTT, terutama di sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan tangan, dan kuliner lokal.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa ekonomi syariah bukanlah konsep eksklusif umat Muslim, tetapi bersifat inklusif dan terbuka untuk semua golongan. “Ekonomi syariah merupakan pasar global yang melibatkan berbagai agama dan budaya. Kita di NTT memiliki keberagaman dan toleransi yang tinggi, ini bisa menjadi kekuatan dalam mengembangkan ekonomi syariah,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, telah mengembangkan program One Village One Product (OVOP) sebagai strategi hilirisasi potensi ekonomi lokal, yang juga bisa didorong melalui pendekatan ekonomi syariah.

“Melalui festival ini, kita harapkan akan lahir kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. UMKM syariah bisa tumbuh dari komunitas lokal, pesantren, koperasi syariah hingga marketplace halal,” jelas Gubernur Melki.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, menyatakan bahwa ekonomi syariah dibangun atas asas keterbukaan dan dapat diakses oleh semua. Ia juga menegaskan dukungan Bank Indonesia dalam mendorong sertifikasi halal bagi produk UMKM di NTT.

“Ekonomi syariah dijalankan secara inklusif dan terbuka. Bank Indonesia bersama Pemprov NTT mendukung sertifikasi halal agar produk-produk UMKM dari NTT bisa diterima di pasar nasional bahkan internasional,” jelas Agus.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah KTI dan diharapkan dapat menjadi pemantik tumbuhnya ekonomi lokal berbasis nilai-nilai keadilan dan keberlanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat NTT.

Turut hadir dalam acara tersebut Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, Anggota DPRD Provinsi NTT, Hironimus Tanesif Banafanu, Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, mantan Sekda NTT, Fransiskus Salem, para Biarawan/Biarawati, para tamu undangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.