Suarantt.id, So’e-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek), Stella Christie, Selasa (01/07/2025).
Dalam acara penyerahan akta hibah dan sertipikat hak pakai tanah seluas 200.175 meter persegi dari Pemkab TTS kepada Kementerian Diktisaintek yang berlangsung di Kelurahan Karang Sirih, Kota SoE, Gubernur Melki menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wamen dan seluruh jajaran pemerintah pusat.
“Kita bersyukur, hari ini secara resmi Ibu Wamen berkenan hadir. Terima kasih sekali kita sudah berada pada titik ini. Kita tinggal menunggu percepatan agar segera bisa dilakukan peletakan batu pertama. Kami dari pemerintah provinsi akan mendukung sepenuhnya, sejauh menjadi tupoksi kami,” ujar Gubernur.
Ia juga meminta agar seluruh proses pembangunan SMA Unggul Garuda berjalan tanpa hambatan serta melibatkan masyarakat lokal.
“Tolong dijaga proses ke depan agar jangan sampai ada gangguan lagi. Libatkan masyarakat lokal, supaya mereka merasa memiliki dan turut bertanggung jawab atas keberadaan sekolah ini,” tegas Gubernur Melki.
Tiga Program Prioritas Presiden
Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Syska Hutagalung, dalam sambutannya menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari tiga program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, yakni pembangunan SMA Unggul, revitalisasi sekolah, dan digitalisasi pendidikan.
Menurut Syska, tidak semua daerah mendapatkan ketiga program tersebut sekaligus seperti TTS. Ia mencatat, sebanyak 52 sekolah di TTS akan direnovasi dengan anggaran sekitar Rp49 miliar. Selain itu, TTS juga mendapat perhatian dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan revitalisasi rumah sakit.
“NTT mendapat dua rumah sakit yang direvitalisasi tahun ini, yaitu RSUD Manggarai Timur dan RSUD Sumba Barat Daya. Tahun depan menyusul RSUD Sabu Raijua,” ujarnya.
Syska juga menyampaikan bahwa sebanyak 1,75 juta penerima MBG ditargetkan di NTT. Untuk mendukung pelaksanaan program ini, 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) akan diwisuda pada 14 Juli dan disebar ke seluruh provinsi mulai Agustus.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyatakan dukungan dan rasa syukurnya atas pembangunan SMA Unggul Garuda di wilayahnya. Ia menilai kehadiran sekolah unggulan ini sebagai langkah strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan menengah.
“Pembangunan SMA Unggul Garuda akan disinergikan dengan visi RPJMD Kabupaten TTS, terutama dalam hal peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan SDM,” ujar Bupati Eduard.
Ia juga mengusulkan tiga hal kepada Kementerian Diktisaintek: pendirian perguruan tinggi negeri di TTS, penyediaan beasiswa afirmatif untuk putra-putri TTS, serta pembangunan infrastruktur digital untuk pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, meski TTS memiliki populasi terbanyak di NTT (490.652 jiwa), hingga kini belum ada perguruan tinggi negeri di kabupaten tersebut.
Aspirasi dan Visi Presiden
Wamen Diktisaintek, Stella Christie, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda adalah bagian dari visi Presiden untuk membangun SDM Indonesia dari seluruh penjuru negeri.
“Presiden menginginkan agar dibuka akses bagi anak-anak berprestasi di pelosok negeri yang belum memiliki kesempatan. Beliaulah yang secara langsung meminta agar sekolah unggul ini dibangun di SoE,” ungkap Wamen Stella.
Ia menambahkan, pembangunan SMA Garuda memiliki tiga tujuan utama: membuka akses pendidikan yang adil, menjadi inkubator pemimpin bangsa, dan membentuk siswa yang berprestasi tinggi dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya slogan. Siswa-siswi SMA Garuda wajib berbaur dan berkontribusi langsung kepada masyarakat sekitarnya,” jelasnya.
Stella juga menegaskan bahwa SMA Garuda adalah “sekolah bersama” yang dikelola tidak hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Komitmen DPR RI
Anggota DPR RI Komisi X, Anita Jacoba Gah, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap seluruh program prioritas Presiden. Ia juga meminta sinergi dari seluruh kepala daerah di NTT agar pembangunan pendidikan di wilayah tersebut benar-benar berdampak.
“NTT masih butuh banyak perhatian dari pusat. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian luar biasa. Kami di Komisi X akan mendukung dari sisi anggaran,” tegas Anita.
Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wamen Diktisaintek Stella Christie, Plt. Deputi III KSP Syska Hutagalung, Anggota DPR RI Komisi X Anita Gah, Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Kakanwil BPN NTT, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Bupati dan Wakil Bupati TTS, pimpinan dan anggota DPRD TTS, Forkopimda, Sekda, para Kepala OPD, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Pembangunan SMA Unggul Garuda diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan menengah di Kabupaten TTS dan Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan. ***





