AFP NTT Gelar Kursus Wasit Futsal Level 1 Nasional, Jimmi Sianto: Siapkan SDM Menuju PON 2028

oleh -998 Dilihat
Ketua AFP NTT Didampingi Ketua Asprov PSSI NTT Pose Bersama Para Instruktur Kursus Wasit Futsal Level 1 Nasional. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Asosiasi Futsal Provinsi Nusa Tenggara Timur (AFP NTT) resmi menggelar Kursus Wasit Futsal Level 1 Nasional pada 1–7 Juli 2025 di Aula KONI NTT, Kupang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia wasit futsal menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT dan NTB akan menjadi tuan rumah bersama.

Ketua AFP NTT, Jimmi W. B. Sianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboik, atas dukungan penuh terhadap perkembangan futsal di NTT. Menurutnya, kursus ini adalah langkah strategis dan momen bersejarah bagi futsal NTT.

“Ini momen pertama kita mengadakan Kursus Wasit Futsal Level 1 tingkat nasional. Saat saya bergabung dulu, wasit futsal di NTT hanya beberapa orang. Tapi kita terus belajar dan membuktikan bahwa kita bisa sukses, bukan hanya lewat pemain, tapi juga dengan menyiapkan SDM lain seperti wasit,” ujar Jimmi.

Sebanyak 20 peserta dari berbagai daerah di NTT mengikuti kursus ini, dan juga terdapat sekitar 70 peserta dari Kabupaten Sikka dan Kabupaten TTS yang mengikuti Kursus Wasit Futsal Level 2 Nasional.

Menurut Jimmi, keberhasilan suatu pertandingan futsal tak hanya bergantung pada pemain dan pelatih, tapi juga pada kualitas wasit. “Kalau kita punya pemain dan pelatih bagus tapi tidak didukung wasit yang berkualitas, maka hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi sarana prasarana futsal di NTT, khususnya GOR Oepoi yang dinilainya sudah tidak layak. Jimmi meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi dan DPRD NTT agar dapat memperbaiki dan menyediakan fasilitas yang sesuai standar nasional.

“Lapangan futsal kita sudah rusak dan tidak memenuhi standar. Ini perlu menjadi perhatian serius. Apalagi kita tuan rumah PON 2028, masa tidak ada wasit futsal dari NTT yang bisa memimpin pertandingan?” tandasnya.

Saat ini, NTT baru memiliki satu wasit futsal yang bertugas di liga profesional. Jimmi berharap ke depan akan ada wasit dari NTT yang naik tingkat menjadi instruktur nasional dan memimpin pertandingan tingkat profesional maupun internasional.

Dalam rangka pembinaan, Jimmi juga memberikan keringanan kepada empat pemain yang sebelumnya dikenakan sanksi, masing-masing dua dari Kota Kupang dan dua dari Kabupaten TTS. Sanksi tersebut resmi dicabut sebagai bentuk pembinaan dan motivasi.

Sementara itu, Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboik secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Chris menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus AFP NTT dalam membangun futsal di daerah.

“Perjuangan teman-teman futsal NTT sangat luar biasa. Di bawah kepemimpinan Pak Jimmi Sianto, futsal di NTT berkembang pesat dan ini pencapaian yang luar biasa,” kata Chris.

Ia juga menekankan pentingnya memajukan sepak bola dan futsal sebagai satu kesatuan, mengingat keduanya memiliki potensi dan animo masyarakat yang besar.

“Futsal akan masuk Olimpiade 2028. Ini momentum besar. Manfaatkan lisensi dan skill yang dimiliki untuk menjadi pengadil lapangan yang profesional,” pesannya.

Untuk diketahui NTT baru tiga kali berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Turut hadir dalam acara pembukaan Sekretaris Asprov PSSI NTT Abdul Muiz, serta dua instruktur nasional yakni Ahmad Suparman dan Muhamad Irham, M.Pd yang akan membimbing para peserta selama pelatihan berlangsung.

Dengan kegiatan ini, diharapkan NTT mampu melahirkan wasit-wasit futsal profesional yang tak hanya berkiprah di tingkat daerah, tetapi juga bisa bersaing di level nasional hingga internasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.