Angin Kencang Berpotensi Melanda Sejumlah Daerah di NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

oleh -2737 Dilihat
BMKG NTT Keluarkan Peringatan Dini Potensi Angin Kencang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi terjadinya angin kencang di sejumlah wilayah di Provinsi NTT pada Selasa, 24 Desember 2025.
Berdasarkan informasi BMKG yang dirilis pada pukul 12.00 WITA, potensi angin kencang diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 12.30 WITA dan dapat berlangsung hingga pukul 15.15 WITA.
Wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang antara lain Kabupaten Kupang, meliputi Kupang Barat, Kupang Timur, Sulamu, Kupang Tengah, Fatuleu, Takari, Amfoang Selatan, Amfoang Utara, Nekamese, Amarasi Barat, Amarasi Timur, Taebenu, hingga sejumlah kecamatan lainnya. Selain itu, Kota Kupang juga masuk dalam wilayah peringatan, mencakup Kecamatan Alak, Maulafa, Kelapa Lima, Oebobo, dan Kota Raja.
Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk sejumlah wilayah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) seperti Kota Soe, Mollo Selatan, Mollo Utara, Amanuban Tengah, Amanuban Selatan, hingga Fatumnasi dan sekitarnya. Sementara di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), wilayah Miomafo Barat dan Mutis turut berpotensi terdampak.
Tak hanya di Pulau Timor, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Alor, Flores Timur, Sikka, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, serta Rote Ndao.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca ini dapat meluas ke wilayah lain, termasuk Kabupaten Belu, Malaka, serta beberapa kecamatan tambahan di TTU, Alor, Flores Timur, dan Manggarai.
Prakirawan BMKG Nusa Tenggara Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pohon tumbang, baliho roboh, serta gangguan aktivitas transportasi darat dan laut akibat angin kencang. Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar dan bangunan yang rawan roboh saat cuaca ekstrem terjadi.
Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG atau laman nowcasting BMKG NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.