Bank Indonesia dan Pemkot Kupang Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Harga dan Layanan Digital

oleh -405 Dilihat
Kepala Perwakilan BI NTT dan Wali Kota Kupang di Acara HLM TPID dan TP2DD. (Foto Humas Perwakilan BI Perwakilan)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada Selasa (3/3/26).

Pertemuan ini menjadi forum strategis memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong percepatan digitalisasi layanan pemerintah daerah.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sebagai fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pengendalian inflasi dan digitalisasi layanan publik merupakan tanggung jawab bersama lintas pemangku kepentingan.

“Inflasi bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan kondisi biaya hidup masyarakat. Sementara itu, digitalisasi juga merupakan bentuk komitmen kita dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, mari bersama kita perkuat stabilitas dan digitalisasi transaksi Pemerintah Kota Kupang agar perekonomian daerah terus bergerak produktif,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa inflasi Kota Kupang pada 2025 tercatat sebesar 2,93 persen (year on year) dan tetap berada dalam kisaran sasaran nasional.

Memasuki Februari 2026, inflasi mengalami peningkatan yang dipengaruhi normalisasi tarif listrik serta kenaikan harga emas. Namun demikian, tekanan tersebut diperkirakan bersifat sementara karena adanya perbedaan basis akibat insentif diskon tarif listrik pada periode Januari-Februari 2025.

Bank Indonesia, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi TPID, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Langkah konkret yang dilakukan antara lain pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM), inspeksi pasar, imbauan belanja bijak, serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan kelancaran pasokan dan stabilitas harga pangan.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Jalin Sinergi dengan Kemenkumham NTT untuk Pembangunan Berbasis Regulasi

Dalam agenda TP2DD, Pemerintah Kota Kupang bersama Bank Indonesia juga memperkuat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penguatan tersebut ditandai dengan peresmian digitalisasi pembayaran pajak daerah melalui mobile banking bekerja sama dengan BNI, BRI, dan Mandiri.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas layanan publik.
HLM tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, BULOG Divre NTT, PELINDO Cabang Tenau, Angkasa Pura I Bandara El Tari, pimpinan perbankan, serta akademisi Universitas Nusa Cendana.

Melalui sinergi TPID dan TP2DD, Pemerintah Kota Kupang dan Bank Indonesia optimistis stabilitas inflasi tetap terjaga sekaligus transformasi digital semakin dipercepat, sehingga perekonomian Kota Kupang dapat tumbuh lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.