BMMC 2025 Didukung Disdikbud NTT, Jadi Ajang Sportivitas, Kreativitas, dan Pemberdayaan UMKM

oleh -706 Dilihat
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo Pose Bersama Ketua Umum PBVSI NTT dan Panitia BMMC 2025 di Ruang Kerjanya. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) 2025. Ia menilai turnamen tersebut sebagai ajang creative sportainment yang memberikan dampak besar tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga pendidikan, kreativitas pelajar, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Dalam audiensi bersama Ketua Umum PBVSI NTT dan panitia BMMC 2025, Ambrosius menegaskan bahwa turnamen ini merupakan momentum strategis bagi dunia pendidikan NTT. Menurutnya, BMMC tidak hanya menghadirkan kompetisi bola voli berkualitas untuk menjaring atlet muda, tetapi juga membuka ruang bagi siswa SMA/SMK untuk bertumbuh melalui jalur non-formal.

“Saya memaknai turnamen ini bukan sekadar pertandingan. Ini ruang bagi siswa kita untuk belajar disiplin, kerja sama, kreativitas, serta keberanian tampil di ruang publik yang positif,” ujar Ambrosius.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai sportivitas, kerja tim, dan keberanian tampil di hadapan publik merupakan bagian penting dari pendidikan modern. Karena itu, Dinas Pendidikan melihat BMMC 2025 sebagai model penyelenggaraan kegiatan yang mengasah karakter dan soft skills siswa di luar kelas.

BMMC 2025 hadir dengan konsep Creative Sportainment, menggabungkan pertandingan bola voli profesional dengan aktivitas seni, digital, dan kreativitas anak muda. Konsep ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad 21, karena melibatkan siswa dalam proses kolaboratif lintas bidang yang memperkaya pengalaman belajar mereka.

Salah satu program yang mendapat sorotan positif dari Disdikbud NTT adalah Modern Dance Competition tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang. Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga wahana bagi pelajar untuk mengembangkan literasi seni, koreografi, rasa percaya diri, dan kerja sama tim.

BACA JUGA:  Dinas Pertanian Kota Kupang Salurkan Bantuan Benih dan Sarana Produksi kepada 10 Kelompok Tani

Selain ruang kreativitas, BMMC 2025 juga menyediakan Zona UMKM dan Creative Market, yang membuka peluang kolaborasi antara sekolah, pelaku UMKM, serta komunitas ekonomi kreatif. Siswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana produk lokal dan karya kreatif dikembangkan dan dipasarkan dalam sebuah event besar. Dinas Pendidikan menilai hal ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang jarang ditemui di lingkungan sekolah.

Ambrosius pun mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan siswa SMA/SMK di Kota Kupang maupun seluruh NTT untuk turut berpartisipasi dalam gelaran BMMC 2025. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan event ini sejalan dengan misi pendidikan NTT untuk melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di berbagai sektor.

Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, BMMC 2025 diproyeksikan tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga ruang kolaboratif yang menggerakkan pendidikan, seni, kreativitas, dan ekonomi lokal. Event ini sekaligus menegaskan kesiapan dunia pendidikan NTT untuk bergerak maju bersama komunitas olahraga dan pelaku UMKM dalam ekosistem yang inovatif dan inklusif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.