Pemkot Kupang Siapkan Generasi Melek Teknologi: Guru SD-SMP Dibekali Coding dan AI Sambut Kurikulum Baru 2025

oleh -317 Dilihat
Okto Nitboho. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dunia pendidikan di Kota Kupang mulai bergerak cepat. Ratusan guru SD dan SMP tampak serius mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI). Raut wajah mereka memperlihatkan antusiasme sekaligus tantangan baru: mempersiapkan diri mengajar materi yang sebelumnya hanya akrab di telinga para programmer.

Kegiatan bimtek ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktavianus Nitboho menegaskan bahwa langkah ini menjadi agenda strategis untuk memperkuat kompetensi para pendidik, terutama dalam bidang teknologi informasi. “Pemanfaatan coding dan AI dalam pembelajaran akan memastikan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak,” jelasnya saat membuka kegiatan tersebut di Hotel T-More Kupang beberapa waktu lalu.

Menurut Okto, perubahan besar sedang menanti. Kurikulum 2025-2026 secara resmi memasukkan coding dan AI sebagai mata pelajaran formal di SD dan SMP, sebuah kebijakan yang mendorong sekolah-sekolah untuk beradaptasi. Namun ada satu kendala: sebagian besar guru belum memiliki bekal yang memadai. Karena itu, sebanyak 159 guru SD dan 156 guru SMP dipilih untuk mengikuti bimtek sebagai langkah awal untuk memperkuat kesiapan sekolah.

Tidak hanya menghadirkan materi dasar, bimtek ini dirancang menghadirkan para narasumber ahli, mulai dari dosen Universitas Nusa Cendana (UNDANA) hingga fasilitator nasional yang telah mendapatkan pelatihan berskala nasional. Mereka membimbing para guru untuk memahami konsep coding, dasar-dasar kecerdasan buatan, hingga penerapannya dalam proses belajar mengajar.

Namun, tanggung jawab para peserta bimtek tidak berhenti pada ruang pelatihan. Okto menegaskan bahwa setiap guru yang ikut wajib mengimbaskan ilmunya kepada rekan-rekan guru lain di sekolah masing-masing. “Dinas Pendidikan akan memantau proses ini. Kami ingin memastikan implementasi berjalan efektif,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wawali Kupang Tinjau Bank Sampah, Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

Dukungan terhadap penguatan teknologi pendidikan ini juga datang dari pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi kedua pihak diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana seperti laptop dan panel display yang akan disebar ke sekolah-sekolah. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan pembelajaran coding dan AI dapat berjalan optimal.

Lebih dari sekadar program pelatihan, bimtek ini menjadi tonggak awal transformasi pendidikan di Kota Kupang. Di tengah derasnya arus digitalisasi, guru dan siswa tidak lagi menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam pemanfaatan teknologi.

“Kegiatan ini adalah langkah awal untuk menggerakkan pemahaman dan penerapan coding dan AI di satuan pendidikan. Pembelajaran harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tutup Okto dengan optimisme.

Dengan semangat literasi digital yang semakin kuat, Kota Kupang kini bersiap melahirkan generasi muda yang bukan hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.