Wawali Kupang Tinjau Bank Sampah, Dorong Pengelolaan Berkelanjutan

oleh -7339 Dilihat
Wawali Kota Kupang Pantau Pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Nefonaek dan Oesapa Barat. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, turun langsung meninjau bank sampah di Kelurahan Nefo Naek dan Kelurahan Oesapa Barat, Jumat (21/3). Langkah ini merupakan bagian dari fokus utama 100 hari kerja pemerintahan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wawali Serena C. Francis dalam menangani persoalan sampah di Kota Kupang.

Kunjungan dimulai dari Bank Sampah Unit Asmara Loka di Kelurahan Nefo Naek. Wawali didampingi Camat Kota Lama, Mohammad A.A. Jalil, Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Daud N. Nafi, serta Lurah Nefo Naek, Josephina N. Ungirwalu. Mereka meninjau dua titik penimbangan sampah, yakni di RT 08 RW 03 dan RT 17 RW 05.

Koordinator Administrasi Bank Sampah Unit Asmara Loka, Sriyanti, mengungkapkan apresiasi atas kunjungan Wawali. Namun, ia juga menyampaikan kendala utama yang dihadapi, yaitu ketiadaan tempat penampungan sementara yang layak. Akibatnya, mereka hanya bisa melakukan penimbangan sampah setiap minggu ketiga dalam bulan, sebelum mengangkutnya ke Bank Sampah Induk Mutiara Timor di Kelurahan Maulafa.

Lurah Nefo Naek, Josephina N. Ungirwalu, menambahkan bahwa sejak didirikan pada 2023, Bank Sampah Unit Asmara Loka telah memiliki 77 nasabah dan berhasil mengumpulkan 7 ton sampah, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 10 juta.

Bank Sampah Muara Abu dan TPS 3R Oesapa Barat

Setelah dari Nefo Naek, Wawali melanjutkan kunjungan ke Bank Sampah Muara Abu di Kelurahan Oesapa Barat. Rombongan disambut oleh Plt. Kadis DLHK Kota Kupang, Matheos A.H.T. Maahury, Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, serta Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra.

Lurah Oesapa Barat menjelaskan bahwa sejak terbentuk pada Juli 2024, Bank Sampah Muara Abu telah berkembang pesat. Dari hanya 8 nasabah di awal, kini telah mencapai 45 nasabah, dengan total 2 ton sampah plastik yang berhasil dijual. Menurutnya, kesadaran warga terhadap nilai ekonomis sampah semakin meningkat, sehingga dapat membantu menambah pendapatan keluarga.

BACA JUGA:  Wawali Kota Kupang Hadiri HUT ke-28 SKK Tunas Bangsa: Dorong Siswa Jadi Generasi Cerdas, Beriman dan Berkarakter

Di lokasi yang sama, Wawali juga meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Ini merupakan TPS 3R pertama di Kota Kupang yang dilengkapi alat pencacah sampah dan alat produksi pupuk kompos. Bahkan, selain pupuk, warga juga telah berhasil memproduksi paving block dari sampah olahan. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah pemasaran produk hasil pengolahan sampah ini.

Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya menerapkan kebijakan Wali Kota dan Wawali agar pengolahan sampah dapat dilakukan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dengan demikian, hanya residu yang tidak bisa diolah yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program ini juga mendapat dukungan dari BNI dan Politeknik Negeri Kupang.

Wawali Kupang: “Kami Susun Road Map Penanganan Sampah”

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, mengapresiasi kerja keras pengelola bank sampah, warga, dan pemerintah kelurahan dalam menangani sampah secara mandiri. Ia menegaskan bahwa program seperti ini patut menjadi contoh bagi kelurahan lain.

“Saat ini kami sedang menyusun road map penanganan sampah. Kami juga tengah mengkaji kerja sama dengan platform Containder, yang didirikan oleh Billy Mambrasar. Ide-idenya sangat inovatif dan bisa membantu pengelolaan sampah di Kota Kupang,” ungkapnya.

Menanggapi kendala yang disampaikan pengelola bank sampah, Wawali menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Kupang untuk mencari solusi, terutama terkait tempat penampungan sementara dan pemasaran produk hasil olahan sampah.

“Pemkot Kupang akan berupaya membantu agar bank sampah bisa berjalan lebih optimal, baik dari sisi fasilitas maupun pemasaran,” tambahnya.

Langkah cepat Pemkot Kupang ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Kupang serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.