Dari Puing ke Harapan: Kepedulian Politisi Gerindra Fernando Soares dan Richard Odja Pasca Kebakaran Panti Asuhan di Kota Kupang

oleh -166 Dilihat
Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares dan Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja Tinjau Lokasi Bencana Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel di Kota Kupang pada Rabu, 13 Mei 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt id, Kupang-Asap masih membekas di lokasi kebakaran Panti Asuhan Holly Angel di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang pada Rabu (13/5/2026) sore. Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat bernaung kini tinggal puing-puing. Di antara sisa arang dan dinding yang runtuh, tersisa kisah pilu para penghuni yang kehilangan hampir segalanya.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA itu memaksa anak-anak panti dan para pengasuh menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda. Mereka kini hanya memiliki pakaian yang melekat di tubuh, sementara kenangan dan kebutuhan hidup sehari-hari ikut hangus dilalap api.

Di tengah situasi tersebut, harapan mulai tumbuh melalui kepedulian berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares, bersama Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, bergerak cepat merespons musibah ini. Keduanya turun langsung dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang, khususnya Dinas Sosial, untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan yang layak.

Dalam video singkat yang beredar di media sosial, Fernando Soares tampak aktif berkomunikasi dengan pihak terkait, menegaskan pentingnya langkah cepat dalam penanganan korban. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para penghuni panti, mulai dari tempat tinggal sementara hingga bantuan logistik, dapat segera terpenuhi.

Saat ini, para korban telah ditampung di Balai Diklat Dinas Sosial Provinsi NTT. Di tempat tersebut, mereka mendapatkan perlindungan sementara sembari menunggu langkah lanjutan dari pemerintah dan pihak terkait.

Kepedulian yang ditunjukkan kedua politisi dari Partai Gerindra ini menjadi simbol bahwa di balik tragedi, masih ada solidaritas yang menguat. Dari puing-puing yang tersisa, perlahan muncul harapan baru—bahwa para korban tidak sendiri menghadapi cobaan ini.

BACA JUGA:  Natal Penuh Kasih, Keluarga Agustinus Bria Seran Berbagi Sembako kepada Warga Disabilitas di Kota Kupang

Perjalanan untuk bangkit memang tidak mudah. Namun dengan dukungan pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat, harapan itu tetap menyala. Dari puing ke harapan, para korban kini memulai langkah kecil untuk menata kembali kehidupan mereka yang sempat runtuh. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.