Dari Ruang Sidang Sasando, Semangat Kebersamaan Pemerintah dan DPRD Kupang Terus Dijaga

oleh -328 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali dan PLH Sekda Kota Kupang Pose Bersama Pimpinan DPRD Kota Kupang. (Foto Felix)

Suarantt.id, Kupang-Suasana hangat terasa di Ruang Sidang Utama Sasando, Gedung DPRD Kota Kupang pada Selasa (14/10/2025). Para wakil rakyat bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang menutup Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024/2025 dan sekaligus membuka lembar baru, Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026.

Di antara wajah-wajah serius namun bersahabat itu, hadir Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota, Serena Francis, yang duduk berdampingan dengan pimpinan dewan sebuah simbol kemitraan yang terus terjaga di “Kota Kasih”.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja, dan dihadiri 35 anggota dewan. Dalam sambutannya, Richard mengawali dengan nada syukur, menekankan bahwa keberlanjutan pengabdian publik adalah anugerah.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang masih memampukan kita mengabdikan diri kepada masyarakat Kota Kupang. Teristimewa karena kita dapat hadir kembali dalam ruang sidang terhormat ini,” ujar Richard membuka rapat dengan penuh khidmat.

Ia menjelaskan, seluruh agenda penting dalam Masa Persidangan III yang dimulai sejak Juli 2024 hingga Oktober 2025 telah dituntaskan dengan baik. Sejumlah keputusan strategis berhasil disahkan, mulai dari Rancangan Perda RPJMD 2025-2029, Perubahan KUA dan PPAS, hingga Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

“Dengan semangat kemitraan bersama pemerintah, kita telah menuntaskan berbagai keputusan politik penting yang menjadi fondasi pembangunan daerah,” tegas Richard.

Apresiasi pun mengalir kepada jajaran Pemerintah Kota Kupang. Ia menilai, koordinasi dan persiapan dokumen yang matang dari eksekutif membuat proses persidangan berjalan lancar dan sesuai aturan.

“Atas nama lembaga DPRD, kami menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh jajaran yang telah menyiapkan dokumen dengan baik, sehingga tahapan sidang berlangsung sesuai mekanisme,” tambahnya.

Tak lupa, Richard juga menekankan pentingnya percepatan penyusunan APBD 2026 agar Kota Kupang tidak kehilangan momentum pembangunan.

“Kami harap pemerintah segera menyampaikan Rancangan KUA dan PPAS 2026 agar proses pembahasan bisa segera dijadwalkan,” pesannya menutup sambutan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya tampil dengan gaya reflektif yang khas. Ia mengajak semua pihak menundukkan hati dan mensyukuri perjalanan bersama dalam ruang sidang itu — ruang di mana berbagai keputusan penting bagi masyarakat lahir.

“Mari kita teduhkan hati dan bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya. Sidang demi sidang bukan sekadar rutinitas, tetapi perjalanan moral dan tanggung jawab politik kita untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Dalam suasana yang sarat makna itu, Christian Widodo juga menegaskan bahwa hubungan baik antara pemerintah dan DPRD bukan hanya sebatas formalitas, melainkan bentuk nyata dari semangat kolaborasi.

“Kemitraan antara pemerintah dan DPRD bukan slogan, tetapi wujud kedewasaan kita dalam membangun daerah. Kita saling melengkapi, saling mendukung demi satu tujuan: menghadirkan kebijakan dan anggaran yang berpihak pada rakyat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengutip kata-kata legendaris dari Abraham Lincoln: “Government of the people, by the people, and for the people.”
Kutipan itu seolah menjadi penanda arah kepemimpinan yang ingin ia jaga — pemerintahan yang berpihak pada rakyat dan dibangun atas dasar kepercayaan bersama.

“Hubungan baik antara Pemerintah Kota Kupang dan DPRD adalah cerminan semangat itu,” ujarnya penuh keyakinan.

Sebelum meninggalkan ruang sidang, Christian Widodo kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD atas dedikasi mereka selama masa persidangan.

“Semoga hasil kerja kita bersama menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Kota Kupang yang lebih bersih, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya.

Dari balik ruang sidang Sasando yang megah itu, tersirat pesan sederhana namun mendalam: politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan tentang merawat kepercayaan dan sinergi. Di Kota Kupang, semangat itu tampaknya masih terus hidup. ***

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.