DPRD NTT Apresiasi Tingkat Kemantapan Jalan Nasional di Pulau Sumba Capai 92 Persen

oleh -684 Dilihat
Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD NTT Pose Bersama Kepala BPJN NTT dan Jajarannya. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Komisi IV  mengapresiasi capaian tingkat kemantapan jalan nasional di Pulau Sumba yang telah mencapai 92 persen.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Golkar, Antonius Damianus Mahemba, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lintas balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di NTT pada Senin (11/8/2025).

Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus diikuti perhatian khusus pada ruas-ruas strategis yang menjadi jalur utama distribusi ekonomi.

“Jika ruas ini ditingkatkan, bukan hanya mempermudah angkutan industri gula, tetapi juga memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumba Timur,”ungkapnya.

Dia juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT segera melakukan pelebaran dan peningkatan kualitas Ruas Jalan Nasional Waingapu–Melolo di Kabupaten Sumba Timur.

Menurut Antonius, ruas jalan tersebut memiliki peran vital dalam kelancaran arus transportasi dan distribusi barang, terlebih di wilayah itu beroperasi Pabrik Gula PT Moria Sumba Manis (PSM) yang setiap hari mengerahkan armada truk tronton untuk mengangkut material dan hasil produksi.

“Jalan Waingapu–Melolo saat ini lebarnya belum memenuhi standar jalan nasional. Padahal, kendaraan berat dari pabrik gula sering melintas sehingga membutuhkan badan jalan yang lebih lebar dan kuat.

Kami minta BPJN untuk meningkatkan dan melebarkan jalan ini agar lalu lintas lebih lancar, aman, dan menunjang perekonomian,” tegas Antonius.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala BPJN NTT, Janto, didampingi Kasatker P2JN Provinsi NTT Andria Muharami Fitra menyatakan pihaknya mengapresiasi perhatian DPRD terhadap ruas Waingapu–Melolo.

“Anggaran untuk pelebaran jalan Waingapu–Melolo sebenarnya sudah diusulkan dan dialokasikan. Namun, pada tahun anggaran 2025 terjadi efisiensi sehingga dana yang semula dianggarkan masih terblokir,” ungkap Janto.

BACA JUGA:  Wagub Johni Asadoma: Gereja Mitra Strategis Pemerintah Bangun Manusia Seutuhnya di NTT

Ia menegaskan, apabila dana tersebut sudah terbuka, pihaknya akan segera menangani pelebaran ruas jalan tersebut demi memperlancar arus transportasi dan mendukung konektivitas wilayah di Sumba Timur. ***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.