Gubernur Melki Ajak ASN NTT Bangga Gunakan Produk Lokal dan Dukung UMKM Daerah

oleh -646 Dilihat
Gubernur Melki Lantik Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemprov NTT di GOR Oepoi Kota Kupang pada Rabu, 8 Oktober 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadi teladan dalam menggunakan dan mempromosikan produk lokal serta mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat melantik 617 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemprov NTT yang berlangsung di GOR Oepoi, Kota Kupang pada Rabu (8/10/2025).

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan bahwa ASN tidak hanya memiliki peran sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai agen perubahan dan penggerak ekonomi daerah. Salah satunya dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap produk-produk khas NTT.

“Semua ASN harus memastikan produk-produk khas NTT bisa kita beli, pakai, dan promosikan. Ini bagian dari etalase kemajuan dan kemandirian ekonomi kita,” tegas Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, keberpihakan terhadap produk lokal merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat serta mendorong kemandirian daerah. Dengan dukungan ASN, produk-produk lokal NTT seperti tenun ikat, makanan olahan, hingga hasil kerajinan dapat semakin dikenal dan diminati.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia berharap mereka dapat bekerja dengan penuh dedikasi, inovatif, dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.

“Mari bekerja dengan hati, berinovasi tanpa henti, dan menjadikan jabatan ini sebagai ladang pengabdian. Bersama, kita wujudkan NTT yang maju, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya menutup sambutan.

Pelantikan 617 pejabat eselon III dan IV ini menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT agar lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan pembangunan daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.