Gubernur Melki Apresiasi Inovasi Pakan Lokal, Targetkan NTT Jadi Provinsi Ternak

oleh -919 Dilihat
Gubernur Melki Didampingi Kadis Peternakan NTT Hadir di Acara Desimenasi Hasil-hasil Riset Program Berdikari Kemendiktisaintek di Amarasi Kabupaten Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, menghadiri kegiatan Diseminasi Hasil-Hasil Riset Program Berdikari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (15/8) pagi.

Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Konsentrat Sapi Kaya Pati Berbasis Putak dan Pendekatan Pola Pertanaman Sen sebagai Sumber Pangan, Pakan, dan Benih di NTT” ini turut dihadiri Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang), Ketua Persatuan Peternak dan Pengusaha Sapi Indonesia (PEPPSI) NTT, Kepala Desa Merbaun, serta 10 kelompok tani mitra.

Direktur Politani Kupang menjelaskan, tahun ini pihaknya mendapat dua mandat penelitian strategis dari Kemendikbudristek, yaitu:

  1. Pengembangan pakan konsentrat berbasis bahan baku lokal NTT untuk penggemukan sapi, dengan memanfaatkan putak sebagai sumber karbohidrat dan lamtoro sebagai sumber protein, yang diuji coba di Desa Merbaun.
  2. Pendekatan Pola Pertanaman Sen atau Three Sisters Planting, metode tanam “satu lubang tiga tanaman” (jagung, kacang nasi, dan labu) yang diuji coba di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kolaborasi antara PEPPSI dan Politani Kupang di Merbaun dinilai strategis dalam memajukan sektor peternakan NTT. Uji coba yang dilakukan sejak 13 Mei 2025 dengan 12 ekor sapi menunjukkan peningkatan bobot harian dari 0,7–1,7 kg/ekor menjadi 0,6–2,1 kg/ekor. Inovasi ini diproyeksikan mampu menambah pendapatan peternak hingga Rp33–283 miliar per tahun.

Selain mempercepat pertumbuhan bobot sapi, pakan berbasis lokal juga terbukti mengurangi penyusutan bobot saat pengiriman antar pulau. Konsep kandang penggemukan modern yang diperkenalkan turut meningkatkan efisiensi pemeliharaan.

Sementara itu, uji coba pola Three Sisters di TTU berhasil meningkatkan produksi jagung dari 2,3 ton menjadi 5,3 ton per hektare, sekaligus menyediakan pakan ternak dan benih bagi petani.

BACA JUGA:  NTT Dorong Energi Hijau: Gubernur Buka Rakor Evaluasi PLTP Flores dan Lembata

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi atas hasil riset tersebut dan menegaskan pentingnya menjadikan inovasi ini sebagai role model pengembangan peternakan dan pertanian terintegrasi di NTT.

“Ini adalah hasil diskusi kami di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu. Kami ingin memastikan metode ini menjadi contoh dan inspirasi untuk meningkatkan produktivitas peternakan di seluruh NTT. Mari kita kembalikan NTT menjadi Provinsi Ternak, Provinsi Sapi,” tegas Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis 10 ekor sapi betina kepada kelompok tani untuk program pembibitan, serta menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Politani Kupang dan PEPPSI.

Acara ditutup dengan optimisme bersama bahwa inovasi pakan lokal dan pola tanam terpadu ini akan memperkuat ketahanan pangan, pakan, dan benih, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.