Suarantt.id, Ruteng-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja perdananya ke Kabupaten Manggarai pada Rabu, 16 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki menggelar sejumlah agenda penting mulai dari dialog bersama pemangku kepentingan lokal, evaluasi program kesehatan, hingga menghadiri perayaan syukur Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat.
Dalam audiensi bersama para camat, kepala desa, lurah, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai, Gubernur Melki menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat desa melalui optimalisasi potensi lokal dan hilirisasi produk unggulan.
“Kita harus dorong penguatan ekonomi masyarakat di daerah. Tugas kita adalah memastikan masyarakat di seluruh NTT ini mendapatkan penghasilan yang layak dan meningkatkan perekonomiannya,” tegas Melki.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah mengembangkan Program One Village One Product (OVOP) sebagai motor penggerak ekonomi berbasis desa. Setiap desa diharapkan mengembangkan produk unggulan yang tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tapi juga melalui proses pengolahan agar memiliki nilai tambah.
“Kita ingin ada hilirisasi produk unggulan setiap desa, jangan hanya jual mentahnya. Harus diolah agar nilai ekonomisnya meningkat,” katanya.
Dalam rangka mendukung pemasaran produk-produk desa, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemprov NTT sedang menginisiasi NTT Mart, sebagai wadah distribusi dan promosi produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Evaluasi Jaminan Kesehatan Nasional
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi desa, Gubernur Melki juga memimpin evaluasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Manggarai. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende, Nara Grace Ginting, menyampaikan bahwa Kabupaten Manggarai telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, yang berarti sebagian besar penduduk telah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan.
“Dari sisi cakupan kepesertaan, Kabupaten Manggarai ini sudah menyandang posisi UHC Prioritas,” ujar Grace.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah masyarakat yang belum terdaftar atau belum mengetahui status kepesertaannya.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Melki menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui APBD I telah mengalokasikan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Untuk Kabupaten Manggarai, sebanyak 2.222 jiwa telah dicover oleh Pemprov.
Melki juga menekankan pentingnya pemenuhan tenaga kesehatan di tingkat desa sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 36 Tahun 2014. Setiap desa, menurutnya, wajib memiliki bidan, perawat, dan apoteker agar pelayanan kesehatan dasar dapat dijangkau secara merata.
Apresiasi Bupati dan Peninjauan PAD
Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Gubernur ke wilayahnya. Ia menyebut kehadiran Gubernur Melki sebagai simbol nyata kolaborasi dan semangat membangun NTT secara merata dan inklusif.
Usai dialog dan evaluasi, Gubernur Melki bersama rombongan meninjau UPT Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi NTT di Kabupaten Manggarai. Ia mengingatkan pentingnya kerja kolektif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Di saat negara sedang melakukan efisiensi, kita justru harus berpikir out of the box dan naikkan target PAD. Sejauh dimungkinkan regulasi dan tidak memberatkan masyarakat, kerjakan,” tandasnya.
Hadiri Perayaan Syukur Mgr. Siprianus Hormat
Di malam harinya, Gubernur Melki turut menghadiri Perayaan Syukur 5 Tahun Tahbisan Uskup, 30 Tahun Imamat, dan 60 Tahun Usia Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, di Aula Asumpta Paroki Katedral Ruteng.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan proficiat atas pencapaian hidup dan pelayanan Mgr. Sipri Hormat.
“Perjalanan panjang ini adalah bukti nyata dari panggilan Tuhan yang dijaga dengan kesetiaan dan pengorbanan. Usia 60 tahun adalah usia yang penuh hikmat, di mana Bapa Uskup menjadi teladan dan inspirasi bagi kita semua,” ungkap Melki.
Gubernur juga mengapresiasi peran strategis Gereja Katolik di Ruteng di bawah kepemimpinan Mgr. Sipri, yang menurutnya aktif dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas lintas agama, dan menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman NTT.
“NTT adalah provinsi dengan keberagaman yang kaya. Dalam konteks inilah, peran Bapa Uskup sangat strategis untuk menjaga harmoni dan persaudaraan antarumat,” tutupnya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Gubernur Melki Laka Lena dalam membangun NTT dengan pendekatan NTT-Centris, yakni pembangunan yang adil dan merata dari desa ke kota, dari timur ke barat. ***





