Gubernur Melki Laka Lena Sebut Proyek K-SIGN Rote Ndao Jadi Penentu Kepercayaan Investor ke NTT

oleh -178 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Rapat Pembahasan Tim Terpadu dan Tim Persiapan Pengadaan Lahan K-SIGN Rote Ndao di Hotel Harper Kupang pada Kamis, 23 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao akan menjadi tolok ukur utama bagi kepercayaan pemerintah pusat maupun investor terhadap Provinsi NTT.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Rapat Pembahasan Tim Terpadu dan Tim Persiapan Pengadaan Lahan K-SIGN Rote Ndao yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis (23/4/2026).

“Saya ingatkan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur kepercayaan pemerintah pusat dan investor terhadap NTT. Kalau kita bekerja serius, mampu bekerja cepat, dan menjaga stabilitas sosial, maka peluang investasi ke depan akan semakin terbuka lebar,” tegasnya.

Ia mengingatkan, apabila proses pembangunan tidak dikelola dengan baik, maka NTT berpotensi kehilangan momentum besar dalam mendorong kemajuan daerah.

Menurut Gubernur Melki, penetapan Rote Ndao sebagai salah satu pusat pengembangan industri garam nasional merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal. Kehadiran K-SIGN diyakini akan memberikan dampak berantai (multiplier effect), mulai dari pemenuhan kebutuhan garam nasional hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini adalah momentum penting yang mempertemukan komitmen negara dan harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembahasan dalam rapat tersebut tidak hanya berkutat pada aspek teknis pengadaan lahan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meletakkan fondasi pembangunan ekonomi NTT ke depan, khususnya di wilayah Rote Ndao.

Gubernur Melki menegaskan bahwa proses pengadaan tanah merupakan tahapan krusial yang harus dilaksanakan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan. Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Dua Guru Besar UKAW Dikukuhkan, Wagub NTT Dorong Inovasi Atasi Kekeringan dan Ekonomi Biru

“Pendekatan yang kita lakukan harus mengedepankan dialog, musyawarah, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, termasuk hak ulayat dan kearifan lokal,” jelasnya.

Dia juga meminta Tim Terpadu dan Tim Persiapan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus tetap sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat.

Gubernur Melki menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri ini tidak boleh menimbulkan konflik di tengah masyarakat, melainkan harus menjadi ruang tumbuh dan kesejahteraan bersama.

“Saya tidak ingin pembangunan ini justru menimbulkan konflik. Sebaliknya, ini harus menjadi ruang harapan dan kemajuan bagi masyarakat lokal,” tegasnya lagi.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat bekerja dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen, serta turun langsung ke lapangan guna memahami kondisi riil masyarakat.

Dengan hadirnya K-SIGN, Melki menilai Rote Ndao tidak lagi sekadar wilayah terluar Indonesia, tetapi berpotensi menjadi beranda depan pembangunan ekonomi nasional, khususnya di sektor garam.

Mantan DPR RI dari Fraksi Golkar ini juga menegaskan pentingnya pengembangan kawasan secara terintegrasi, mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan industri hilir, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Dengan pendekatan yang terintegrasi, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Indonesia,” pungkasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, Wakil Ketua DPRD NTT Nando Soares, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah, serta insan pers. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.