RSUP Ben Mboi Diproyeksikan Layani Pasien Lintas Negara, Menkes Targetkan NTT Jadi Health Tourism

oleh -114 Dilihat
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Tinjau RSUP Ben Mboi Kupang pada Kamis, 23 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memproyeksikan RSUP dr. Ben Mboi Kupang sebagai pusat layanan kesehatan lintas negara di kawasan timur Indonesia.

Hal ini sejalan dengan target pemerintah menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi health tourism yang kompetitif.

“Health tourism terjadinya bukan di Jakarta, malah di NTT. Kita akan pasang mesin layanan kanker. Layanan ini dulu hanya ada di Jawa. Jika sudah siap, RSUP ini akan melayani pasien dari NTB, NTT, hingga Timor Leste dan Maluku,” ujar Menkes saat meninjau RSUP dr. Ben Mboi Kupang pada Kamis (23/4/2026).

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan disambut Direktur RSUP dr. Ben Mboi, dr. Robinzon Gunawan Fanggidae bersama jajaran manajemen rumah sakit. Hadir pula sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Dalam peninjauan itu, Menkes melihat langsung Ruang Rawat Inap Lily serta berbagai fasilitas layanan kesehatan terbaru guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana medis. Ia menekankan pentingnya penguatan layanan berbasis teknologi tinggi, termasuk pengadaan alat penanganan kanker yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.

Selain itu, Menkes juga mendorong percepatan transformasi status RSUP dr. Ben Mboi menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Menurutnya, status tersebut akan memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan, meningkatkan kemandirian operasional, serta mempercepat peningkatan mutu layanan kesehatan.

“Dengan BLU, rumah sakit bisa lebih lincah dalam mengelola layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

RSUP dr. Ben Mboi juga diarahkan untuk menjalankan fungsi pembinaan terhadap rumah sakit daerah di seluruh wilayah NTT sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan berjenjang.

BACA JUGA:  Gubernur Melki: Jangan Ada Lagi Anak NTT Kehilangan Masa Depan karena Kegagalan Sistem

Menanggapi dinamika rujukan layanan antara RSUP dr. Ben Mboi dan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, Menkes menilai tingginya antrean pasien di kedua rumah sakit menjadi indikator meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

“Saya lihat antrean di kedua rumah sakit ini sama-sama panjang. Artinya kebutuhan masyarakat sangat besar. Persaingan itu bagus untuk meningkatkan kualitas. Fokus utama kita adalah memberikan lebih banyak opsi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah pusat, lanjut Menkes, berkomitmen memperkuat distribusi alat kesehatan modern secara merata ke seluruh daerah hingga tahun 2027, sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Menkes juga berdialog langsung dengan pasien asal Timor Leste yang menjalani tindakan penghancuran batu ginjal menggunakan teknologi laser thulium.

Ia menyebutkan, sekitar 15 persen pasien di RSUP dr. Ben Mboi berasal dari Timor Leste, menandakan peran strategis rumah sakit ini sebagai pusat layanan kesehatan lintas negara di kawasan perbatasan.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUP dr. Ben Mboi menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Timor Leste.

“Kita senang karena Pak Menkes sudah hadir dan melihat langsung. Ini sangat baik bagi masyarakat NTT, karena selain menghadirkan layanan kesehatan bagi kedua negara, juga memperkuat persaudaraan sebagai satu pulau, dua negara,” ungkapnya.

Kunjungan kerja Menteri Kesehatan di RSUP dr. Ben Mboi Kupang ditutup dengan dialog bersama jajaran dokter, sebagai bagian dari penguatan koordinasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan di Provinsi NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.