Gubernur Melki: Masalah Warga NTT di Bali Diselesaikan Lewat Jalur Pemerintahan, Budaya, dan Paguyuban

oleh -465 Dilihat
Gubernur NTT Beri Keterangan Pers Usai Mengikuti Acara Paripurna DPRD NTT pada Rabu, 14 Januari 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan bahwa proses penyelesaian persoalan yang melibatkan warga NTT di Provinsi Bali terus berjalan melalui berbagai pendekatan, mulai dari jalur pemerintahan, budaya, hingga komunikasi dengan paguyuban daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki kepada wartawan usai mengikuti sidang paripurna pada Rabu, 14 Januari 2026. Ia menyebutkan bahwa sejak awal Pemerintah Provinsi NTT telah membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, guna memastikan persoalan tersebut tidak berkembang lebih luas dan dapat ditangani secara tepat.

“Saat ini proses penyelesaian masalah di Bali terus berjalan. Kita lakukan dari berbagai pendekatan, baik itu pemerintahan, budaya, dan kelompok paguyuban daerah,” ujar Melki.

Menurut Melki, substansi persoalan yang muncul sejatinya hanya melibatkan oknum tertentu dan tidak dapat digeneralisasi sebagai perilaku seluruh warga NTT yang berada di Bali. Ia menegaskan bahwa penyelesaian terhadap oknum harus dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Intinya bahwa urusan itu adalah oknum. Jadi selesaikan secara hukum. Sementara banyak sekali puluhan ribu orang NTT di Bali itu kerja baik-baik, tinggal baik-baik, sekolah baik-baik, dan tidak ikut campur dalam persoalan ini,” tegasnya.

Melki juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing dengan informasi yang berkembang di permukaan, karena terdapat dinamika lain yang perlu disikapi secara bijaksana dan dengan kepala dingin.

“Persoalan itu seperti yang kita tangkap di media. Tetapi di bawah permukaan ada agenda lain yang harus kita hadapi dengan baik,” jelasnya.

Untuk memperkuat komunikasi lintas daerah, Melki mengungkapkan rencana pertemuan resmi tiga gubernur, yakni Gubernur NTT, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Januari 2026 di Labuan Bajo.

BACA JUGA:  Wagub NTT Hadiri Perayaan 249 Tahun Kemerdekaan AS di Surabaya: Dorong Penguatan Hubungan Bilateral

“Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster. Nanti tanggal 28 Januari 2026, rencananya kita akan adakan pertemuan dengan tiga gubernur, yakni NTT, NTB, dan Bali dengan melibatkan berbagai perangkat,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut akan membahas kerja sama yang lebih teknis dan detail antarprovinsi, termasuk penanganan isu-isu sosial yang berkembang di Bali.

“Pertemuan itu membahas kerja sama yang lebih detail dan teknis antara NTT, Bali, dan NTB. Dan salah satunya yang akan kami bahas itu tentang masalah yang terjadi di Bali,” katanya.

Melki berharap, ke depan komunikasi antara warga, paguyuban daerah, dan pemerintah setempat dapat semakin diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan sosial serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.

“Nanti di semua daerah itu ada paguyuban bersama dan pemerintah setempat sering berkomunikasi untuk berbagai hal, baik itu bisnis dan lain sebagainya,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.