Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai pengelolaan UPTD Museum Daerah NTT menunjukkan kemajuan yang signifikan. Penilaian tersebut disampaikan saat Gubernur Melki melakukan kunjungan kerja ke Museum Daerah NTT pada Rabu (21/1/2026).
Dalam kunjungan itu, Gubernur Melki didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, serta Kepala UPTD Museum Daerah NTT, Meffiboset Eoh, bersama jajaran pengelola museum.
Gubernur Melki meninjau langsung berbagai koleksi yang dimiliki Museum Daerah NTT, mulai dari koleksi etnografika seperti kain tenun, alat musik, dan pakaian adat, hingga koleksi arkeologika berupa replika Homo floresiensis dan alat batu. Ia juga melihat koleksi historika seperti senjata perang dan lambang kerajaan, biologika berupa kerangka paus biru serta flora-fauna khas NTT, hingga koleksi geologika, seni rupa, teknologika, filologika, keramologika, dan numismatika/heraldika.
Menurut Gubernur Melki, kondisi Museum Daerah NTT saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia menilai koleksi museum semakin lengkap dan pengelolaannya mulai didukung dengan sistem digitalisasi.
“Tempat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu. Koleksinya semakin banyak dan sudah ada upaya digitalisasi. Ini perlu terus dikembangkan,” ujar Gubernur Melki.
Ia menegaskan bahwa museum memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi dan pembelajaran sejarah serta budaya bagi generasi muda. Oleh karena itu, Gubernur Melki mengajak para pelajar di NTT untuk aktif mengunjungi museum sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Ini adalah tempat yang tepat untuk mengenal jati diri NTT dengan seluruh keberagaman suku dan budayanya. Anak-anak kita perlu datang langsung ke museum agar memahami sejarah dan budaya daerahnya,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki mendorong pengelola museum untuk terus meningkatkan kualitas penyajian data dan informasi agar lebih menarik, mudah dipahami, dan mampu memberikan pengalaman edukatif yang bermakna bagi pengunjung. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, khususnya dengan menambah jumlah edukator museum yang memiliki pemahaman mendalam terhadap koleksi yang dipamerkan.
Selain mengunjungi museum, Gubernur Melki juga melanjutkan kunjungan ke Perpustakaan Daerah NTT sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan budaya literasi di daerah. Kepada jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, ia menegaskan bahwa perpustakaan harus menjadi ruang publik yang hidup dan dimanfaatkan masyarakat untuk menimba pengetahuan.
“Budaya literasi di NTT harus terus kita dorong, tidak hanya dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, tetapi juga melalui kegiatan bedah buku dan berbagai kegiatan edukatif lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Dollyres Chandra, menyampaikan bahwa rata-rata kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah NTT mencapai 70 hingga 100 orang per hari, di luar kunjungan rutin pelajar. Ia mengapresiasi kunjungan Gubernur Melki yang dinilai memberikan semangat dan motivasi bagi jajaran ASN di lingkup Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT. ***





