Gubernur NTT Ajak Lulusan Wisuda APS Kupang Terjun Atasi Kemiskinan dan Persoalan Sosial

oleh -1405 Dilihat
Gubernur NTT Pose Bersama Wisudawan APS Kupang pada Selasa, 16 Desember 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak para lulusan Akademi Pekerjaan Sosial (APS) Kupang untuk terjun langsung mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan, stunting, ketimpangan akses layanan, serta persoalan kelompok rentan.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Melki Laka Lena saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Diploma III Angkatan XXV Akademi Pekerjaan Sosial Kupang Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di Hotel Kristal Kupang pada Selasa (16/12/2025) siang.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pekerjaan sosial bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian yang menuntut keterlibatan hati dan nurani. Menurutnya, di tengah tantangan pembangunan di NTT, kehadiran tenaga pekerja sosial yang kompeten, berintegritas, dan berbelarasa sangat dibutuhkan.

“Kalian memilih jalur yang menantang, jalur yang melibatkan hati dan nurani. Kalian akan berhadapan langsung dengan realitas paling pahit di masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketidakadilan, disabilitas, lansia terlantar, hingga kelompok-kelompok rentan lainnya. Kalian adalah kelompok terdidik dengan mindset pemberdayaan, bukan sekadar belas kasihan,” ujar Melki.

Gubernur Melki menambahkan, di tengah arus zaman yang sering mengukur keberhasilan dari materi dan status sosial, lulusan pekerjaan sosial hadir membawa nilai yang berbeda. Para wisudawan dibekali tidak hanya dengan pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga kepekaan sosial, empati, serta komitmen kemanusiaan.

Kepada 16 wisudawan APS Kupang, Gubernur Melki berharap agar mereka mampu menjadi agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat dengan semangat melayani tanpa pamrih. Ia menilai kekuatan utama seorang pekerja sosial terletak pada kemampuannya memahami manusia secara utuh serta mendampingi mereka untuk bangkit dari berbagai persoalan kehidupan.

BACA JUGA:  Launching Lentera Perubahan, Gubernur NTT Tegaskan GMKI Tetap Jadi Lentera Bangsa

“Bekerjalah dengan hati dan jagalah integritas. Pekerjaan sosial adalah profesi yang menyangkut martabat manusia. Layani setiap individu dengan penuh penghormatan, dan dalam mengelola bantuan maupun mendampingi klien, jauhi segala bentuk penyimpangan,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengaitkan peran pekerja sosial dengan program One Village One Product (OVOP) yang saat ini dijalankan Pemerintah Provinsi NTT. Ia mengajak para lulusan APS Kupang untuk terlibat sebagai community organizer dan business facilitator di desa-desa yang menjalankan program tersebut.

Menurutnya, kehadiran pekerja sosial di tingkat desa sangat strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pendampingan kelompok rentan agar mampu mandiri dan berdaya saing.

“Pekerja sosial harus hadir sebagai penggerak, pendamping, dan penguat masyarakat. Di situlah peran kalian menjadi sangat penting bagi masa depan NTT,” pungkas Gubernur Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.