Gubernur NTT Dorong Digitalisasi Pertanian Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

oleh -562 Dilihat
Gubernur NTT, Melki Laka Lena. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong penguatan digitalisasi pertanian berbasis sumber daya lokal sebagai strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri secara daring Seminar Nasional INOPTAN IV (Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan) yang digelar Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng, Senin (19/1/2026).

Seminar nasional yang mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal Melalui Digitalisasi Untuk Ketahanan Pangan” ini diikuti oleh akademisi, praktisi pertanian, mahasiswa, penyuluh, serta perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi melalui sinergi dengan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi digital, khususnya di sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut pengelolaan yang berkelanjutan, efisiensi produksi, serta optimalisasi sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi.

“Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan harus dimanfaatkan melalui inovasi dan teknologi tepat guna, terutama digitalisasi dan pertanian presisi. Penerapan teknologi digital serta penguatan ekosistem pertanian menjadi kunci untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur Melki.

Dia juga menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas petani, khususnya generasi muda dan perempuan, melalui pendidikan, pelatihan, serta penguatan akses pasar. Menurutnya, pelestarian dan hilirisasi produk pangan lokal agar tidak dijual dalam bentuk mentah merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk NTT.

Gubernur Melki menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Regulasi tersebut menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam pengembangan pangan lokal secara terintegrasi.

“Saya mendorong para bupati dan wali kota di seluruh kabupaten/kota agar memberikan perhatian serta dukungan anggaran yang memadai bagi pelestarian dan pengembangan pangan lokal, seperti padi lokal, jagung pulut, sorgum, kelor, ubi kayu, ubi jalar, kacang-kacangan, sayuran lokal, dan komoditas lainnya,” tegasnya.

Langkah tersebut, lanjut Gubernur, merupakan bagian dari implementasi Dasa Cita Pertama Program Melki-Johni, yakni “Dari Ladang dan Laut menuju Pasar”, dari hulu hingga hilir melalui penguatan produk OVOP (One Village One Product) yang kini dikembangkan lebih luas dengan konsep OCOP (One Community One Product) dan OSOP (One School One Product) sebagai inovasi baru dalam mendukung ketahanan pangan ke depan.

Selain itu, Gubernur Melki menekankan pentingnya optimalisasi produksi dan hilirisasi produk dengan meningkatkan pengolahan serta kemasan, sehingga produk pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kita juga perlu mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menggerakkan sektor pertanian, termasuk melalui program magang dan pembelajaran langsung di lapangan bagi mahasiswa dan pelajar,” tambahnya.

Untuk diketahui, Seminar Nasional INOPTAN IV membahas berbagai cakupan keilmuan, antara lain sosial ekonomi pertanian, agribisnis, sistem dan kelembagaan agribisnis, sosiologi pertanian, komunikasi dan penyuluhan pertanian, pemasaran dan tata niaga pertanian, budidaya dan teknologi benih, pemuliaan dan bioteknologi tanaman, hama dan penyakit tanaman, arsitektur dan lanskap pertanian, produksi dan nutrisi ternak, teknologi hasil ternak, sosial ekonomi peternakan, serta kesehatan hewan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.