Gubernur NTT Dorong Inovasi dan Branding Produk OSOP Saat Kunjungi SMK Negeri 5 Kupang

oleh -492 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Kunjungi SMK Negeri 5 Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi SMK Negeri 5 Kota Kupang pada Kamis (5/3/2026). Kedatangan Gubernur disambut langsung oleh Plt. Kepala Sekolah bersama jajaran guru dan siswa.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri kegiatan pendampingan program One School One Product (OSOP) bertema “Inovasi dan Branding OSOP” yang diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat Provinsi NTT.

Program OSOP merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mentransformasikan pendidikan vokasi agar lebih relevan, produktif, serta memiliki nilai ekonomi nyata bagi daerah. Melalui program ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga pusat produksi dan inovasi yang mampu mengoptimalkan potensi lokal serta mencetak wirausahawan muda.

Dalam kunjungannya, Gubernur meninjau langsung sejumlah ruang praktik siswa, di antaranya Program Keahlian Teknik Otomotif, Teknik Energi Terbarukan, dan Desain Komunikasi Visual.

Pada Program Keahlian Teknik Otomotif, Gubernur menyaksikan para siswa melakukan praktikum pada mesin mobil sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis keterampilan. Sementara pada Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, siswa terlihat merakit dan memasang panel surya yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik, serta mempelajari sistem pembangkit listrik tenaga bayu atau angin.

Gubernur Melki menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting sebagai ruang masa depan bagi siswa SMK untuk mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Anak-anak SMK harus produktif menghasilkan produk yang berguna, berdampak dan bermanfaat, serta bisa dibeli oleh masyarakat. SMK tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu dan kemampuan terhadap teknologi ataupun keterampilan saja, tetapi juga menjadi pusat produksi, inovasi, dan pengembangan potensi lokal yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui program OSOP pemerintah ingin mendorong siswa SMK untuk memiliki sentuhan inovasi, keterampilan khusus, serta kemampuan manajemen hingga mampu menghasilkan produk akhir berkualitas.

“Kita mendorong OSOP ini agar sumber daya peserta didik di SMK, baik di bidang teknologi maupun bidang lain seperti pertanian dan peternakan, dilatih untuk memiliki inovasi, keterampilan khusus, serta manajemen yang baik hingga menghasilkan produk akhir yang berkualitas. Dengan begitu produk OSOP dapat terserap, dibeli, dan dipakai oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa lulusan SMK yang ingin memulai usaha dapat memanfaatkan skema permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mendorong lahirnya wirausaha baru di daerah.

Dia pun mengajak para siswa untuk membangun mentalitas wirausaha sejak dini serta menciptakan produk yang mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.

“Siswa SMK setelah lulus harus mampu melihat peluang bisnis dan membangun mentalitas wirausaha yang kuat. Ciptakan produk berkualitas yang bisa bersaing dengan produk luar sehingga menjadi kebanggaan NTT dan diminati masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada barang impor,” ujarnya.

Sebagai informasi, di SMK Negeri 5 Kota Kupang terdapat sembilan program keahlian yang menghasilkan berbagai produk barang maupun jasa. Di antaranya Teknik Perawatan Gedung yang memproduksi sofa dan kursi dari bahan bekas, Teknik Elektronika dengan produk RFID, Desain Komunikasi Visual yang menyediakan jasa cetak gelas, baliho, baju serta fotografi, hingga Teknik Energi Terbarukan yang mengembangkan panel surya.

Selain itu terdapat pula program Desain Pemodelan Informasi Bangunan yang menyediakan jasa gambar denah rumah, Teknik Otomotif dengan layanan jasa otomotif, Konstruksi Perawatan Bangunan Sipil yang bergerak di layanan teknis dan karya fisik bangunan, Teknik Pengelasan Fabrikasi Logam yang memproduksi meja, gantungan pakaian dan mimbar, serta Teknik Ketenagalistrikan yang menyediakan jasa instalasi listrik.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Kukuhkan Peran GTRA untuk Tuntaskan Masalah Agraria

Kunjungan Gubernur tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT, sekaligus mendorong lahirnya tenaga terampil yang mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.