Gubernur NTT Tinjau Pabrik Rumput Laut PT RKN di Tablolong, Dorong Hilirisasi dan Produktivitas Petani

oleh -1720 Dilihat
Gubernur NTT Pose Bersama Karyawan PT RKN di Tablolong Kabupaten Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Oelamasi-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja ke pabrik rumput laut PT Rote Karaginan Nusantara (RKN) di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, pada Kamis (13/3/25). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki meninjau langsung proses pengolahan rumput laut yang telah berorientasi ekspor, didampingi oleh Pimpinan PT RKN, Clarisa Lino.

“Saya senang karena di NTT ini sudah ada pabrik produksi rumput laut yang menembus pasar dunia. Tadi saya cek, ternyata rumput laut NTT ini merupakan yang terbaik di dunia, dan sudah terbukti dari uji laboratorium di pabrik ini,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur juga mengapresiasi peran PT RKN dalam mendukung petani rumput laut sebagai offtaker (pembeli utama) dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap PT RKN terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar industri ini semakin berkembang dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“PT RKN harus semakin berkembang dan bersinergi dengan pemerintah, sehingga produktivitas petani rumput laut meningkat. Kita harapkan juga jumlah petani bertambah dan ekonomi mereka semakin baik,” kata Gubernur.

Dorong Hilirisasi Produk Rumput Laut

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki mengungkapkan rencana pengembangan biostimulan berbasis rumput laut di PT RKN.

“Saat ini PT RKN menghasilkan Semi Refined Carrageenan (SRC). Ke depan, akan ada produk biostimulan yang bisa digunakan di sektor pertanian sebagai pupuk untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Ini akan membantu mengurangi penggunaan pestisida dan meregenerasi kembali kandungan tanah. Produk ini nanti akan kita uji coba di NTT,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong inovasi dalam budidaya rumput laut dengan metode kultur jaringan untuk meningkatkan hasil panen petani.

“Saat ini petani kita masih menggunakan bibit lama yang per titiknya hanya menghasilkan 1 kg rumput laut. Ke depan, kami akan mengembangkan bibit baru dengan pola kultur jaringan, sehingga satu titik bisa menghasilkan 5 kg. Ini akan sangat membantu peningkatan ekonomi petani,” ujar Gubernur Melki.

PT RKN Ekspor 100 Persen Produk ke Pasar Global

Pimpinan PT RKN, Clarisa Lino, menyampaikan bahwa pabrik yang mulai beroperasi sejak 2017 ini telah mencapai produksi 150 ton per bulan.

“Bahan baku yang kami olah berasal dari berbagai daerah di NTT, seperti Kabupaten Kupang (Sulamu), Rote, Pulau Kera, Alor, Flores, dan Lembata,” jelas Clarisa.

Ia juga menegaskan bahwa produk yang dihasilkan PT RKN telah 100% diekspor ke berbagai negara.

“Saat ini, Semi Refined Carrageenan (SRC) dari pabrik kami sudah diekspor sepenuhnya ke Chili, Argentina, Brasil, Jerman, dan Austria,” ungkapnya.

Clarisa pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Gubernur NTT dan dukungan pemerintah dalam pengembangan industri rumput laut di daerah tersebut.

Dukungan penuh dari pemerintah serta kolaborasi dengan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri rumput laut di NTT, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing produk lokal di pasar global. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.