Hadapi Ancaman El Nino, Gubernur NTT Perkuat Strategi Mitigasi Bencana

oleh -439 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena Terima Tim SIAGA NTT di Rujab Gubernur NTT pada Sabtu, 28 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya memperkuat strategi mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino di wilayah NTT.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Tim SIAP SIAGA Provinsi NTT yang terdiri dari Silvia Fanggidae, Silvester Ndaparoka, dan Agustinus Paju, di Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu (28/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan bahwa pemetaan risiko bencana harus dilakukan secara rinci hingga ke tingkat individu masyarakat, tidak hanya terbatas pada wilayah terdampak.

“Kita harus memetakan secara rinci dengan pendekatan by name by address, tidak hanya wilayahnya, tetapi juga siapa saja masyarakat yang terdampak,” tegasnya.

Menurut Gubernur, langkah tersebut menjadi krusial mengingat potensi El Nino yang diperkirakan akan berdampak luas, terutama pada wilayah-wilayah dengan karakteristik kering di NTT yang rentan mengalami dampak berulang.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi skenario terburuk dengan mempertimbangkan berbagai dinamika global, mulai dari kondisi lingkungan, ekonomi, hingga geopolitik yang dapat memperparah dampak bencana.

“Berdasarkan informasi BMKG, kita perlu mengantisipasi kemungkinan terburuk. Kondisi alam, ekonomi, dan geopolitik saat ini bisa memicu eskalasi dampak di berbagai sektor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara komprehensif dan multidimensi, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pra-bencana melalui upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.

“Penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, tetapi harus melibatkan seluruh sektor sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan masyarakat NTT,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Tim SIAP SIAGA Provinsi NTT, Silvia Fanggidae, menyampaikan bahwa program yang telah berjalan sejak Maret 2020 tersebut berfokus pada penguatan sistem pra-bencana, termasuk kerja sama dengan BPBD Provinsi NTT dalam mengintegrasikan aspek kebencanaan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

BACA JUGA:  Anggaran Proyek Jalan IJD Fatukoa Dipangkas Rp6,2 Miliar, 400 Meter Ruas Belum Tertangani

Dia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi El Nino yang diperkirakan cukup kuat tahun ini, serta perlunya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana.

“Berbagai kejadian bencana di daerah seperti Kabupaten Flores Timur menjadi pengingat bahwa setiap bencana membawa dampak signifikan bagi masyarakat,” ungkap Silvia.

Selain program pendampingan, Tim SIAP SIAGA Provinsi NTT juga telah menyusun Buku Pembelajaran pasca bencana Siklon Tropis Seroja yang direncanakan akan diluncurkan pada April 2026.

Adapun agenda lainnya adalah peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional pada 26 April 2026, yang diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, turut menyampaikan bahwa kehadiran Tim SIAP SIAGA selama ini sangat membantu dalam pelaksanaan tugas kebencanaan, mulai dari tahap pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana dan evaluasi.

Mengakhiri pertemuan, Gubernur Melki menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat proyeksi dan pengendalian risiko bencana di seluruh kabupaten/kota di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.